| Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi saat dialog pada acara Coffee Break TV One yang dipandu Harsya Soebandrio dan Asti Mochtar, Kamis (20/11/2014 |
-
Nanggu, Sudak dan Kedis, Tiga Gili Nan Memesona di Sekotong Lombok Barat
Pemandangan alam di tiga gili di Sekotong yang begitu memesona.
-
Tiga Ribu Dulang Warnai Pesona Budaya Desa Pengadangan Lombok Timur
Sebanyak 3.000 dulang tengah diarak (betetulak) dari empat arah dalam Pesona Budaya II Desa Pengadangan Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lotim, Rabu (30/10/2019)
-
Usaha Masker, Yang Untung Selama Pandemi Corona
Seorang penjahit di Rumah Produksi Sasambo Bumi Gora Lombok Barat sedang membuat masker berbahan baku kain).
-
Sabut Kelapa Desa Korleko Lombok Timur Diekspor ke Cina
Sabut kelapa dari Desa Korleko Kecamatan Labuhan Haji Lombok Timur yang dijadikan coco fiber untuk bahan baku pembuatan jok mobil dan diekspor ke Cina .
-
Gubernur dan Wagub Serah Terima Jabatan dengan TGB dan H. Muh.Amin
Serah terima jabatan dari mantan Gubernur NTB, TGH.M.Zainul Majdi kepada Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Jumat (21/9/2018).
Friday, 21 November 2014
Promosikan Wisata NTB, Gubernur TGH. M. Zainul Majdi Sambangi Media Nasional
Losmen Tempat Mesum Harus Ditutup, Tiga Siswa di Lobar Tertangkap Sedang Mesum
Banyaknya pelajar yang
terjaring dalam razia penyakit masyarakat yang digelar Satpol PP Kabupaten
Lombok Barat (Lobar), mengundang keprihatinan pihak DPRD Lobar. Dewan meminta
agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) mengevaluasi sekolah yang anak
muridnya kedapatan membolos. Tidak hanya itu, hotel atau losmen tempat mesum
harus dikenai sanksi bila perlu izinnya dicabut.
Thursday, 20 November 2014
Bocah Mengaku dari Tahun 2035: Indonesia Nanti Tinggal Sumatera dan Kalimantan
Putra Kandias, bocah yang mengaku berasal dari tahun 2035, berani membuat pernyataan-pernyataan kontroversial terkait Indonesia.
Selain bakal adanya bencana dahsyat di awal tahun 2015, ia memastikan tahun 2017 akan ada perang nuklir.
Selain bakal adanya bencana dahsyat di awal tahun 2015, ia memastikan tahun 2017 akan ada perang nuklir.
Nurmi dari Bima, Mata Melepuh Akibat Tumor
| Nurmi, penderita tumor yang terbaring di rumah
ibunya, berharap bantuan pemerintah dan masyarakat. |
Tarif Penyeberangan Lembar-Padangbai Naik 15 Persen
![]() |
| Sejumlah kendaraan yang akan menyeberang ke Pelabuhan
Padangbai Bali antre di Pelabuhan Lembar, Kamis (20/11/2014). |
Kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM berimbas tidak saja
pada kenaikan tarif angkutan umum, namun meluas ke angkutan penyeberangan laut
di Pelabuhan Lembar. Diperkirakan kenaikan tarif penyeberangan di Pelabuhan
Lembar ke Padangbai sekitar 15 persen.
Wednesday, 19 November 2014
Ibu Negara Iriana Joko Widodo Bangga Gunakan Busana Motif Sasak Lombok
Tarian Sukadare dari Pulau Lombok mewarnai pembukaan Bazar
Amal Tahunan ke-47 Women’s International
Club (WIC) di Jakarta Convention Center (JCC) Hall B, Rabu (19/11). Acara
yang dikemas bernuansa NTB ini dibuka Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang ditandai
dengan pemukulan gendang beleq.
VIDEO Promosi Pesona Lombok-Sumbawa 2014 Diluncurkan di Garuda Indonesia
|
Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi bersama Ketua BPPD NTB
Taufan Rahmadi dalam launching perdana video pariwisata NTB di Garuda Indonesia. |
VIDEO Promosi pesona Lombok-Sumbawa di langit Indonesia, Rabu (19/11), resmi
diluncurkan, Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi. Tepatnya, dalam penerbangan,
Cengkareng-BIL (CGK-LOP), GA 430-Garuda Indonesia Airlines (GIA). Video Promo
Lombok-Sumbawa (VPLS) ini akan menjadi jembatan pariwisata NTB menuju pasar
global. VPLS bisa di saksikan di 68 armada GIA berbagai jalur penerbangan ke
seluruh daerah di Indonesia.
Tuesday, 18 November 2014
Zikir Zaman Masuk NTB Seiring Penyebaran Agama Islam
![]() |
| Zikir Zaman Lombok. (Dokumentasi foto : Dishubkominfo Lombok Barat) |
Tradisi Zikir Zaman yang selama ini berkembang
di kalangan masyarakat di Pulau Lombok dinyatakan masuk seiring penyebaran
agama Islam. Budayawan Sasak, L. Abdul Rahim (Mamiq Jagad) menyatakan kearifan
tradisi atau kesenian itu merupakan pengaruh yang datang dari Turki dan Yaman.
Konon rangkaian kesenian itu diinisiasi oleh Syekh Samani dari Yaman kemudian
disebarkan oleh Datoq Ribandang yang datang dari Sulawesi.
“Zikir Zaman
itu berkembang di pulau Lombok sejak dimulainya penyebaran agama Islam di gumi Sasak ini. Itu dilakukan sekitar
abad ke- XIV sampai XVI, dan penyebarannya di Lombok ini pun tidak merata,
melainkan pada kawasan – kawasan tertentu. Tradisi ini merupakan hasil akulturasi
yang dilakukan oleh masyarakat terhadap kesenian yang dibawa oleh Datoq
Ribandang namanya dari Sulawesi, dan kesenian ini merupakan pengaruh yang
datang dari Turki dan Yaman,” jelasnya, Selasa (18/11/2014).
Dinyatakan
masuknya seni tradisi yang bernuansa Islami itu masuk dengan hadirnya tarian rudat,
serta tradisi pembacaan hikayat Nabi.
Dikatakan, dalam prosesi Zikir Zaman
itu berisi puji – pujian bagi Tuhan Yang Maha Kuasa serta bagi para Nabi dan
Rasul. Zikir yang disertai dengan gerakan – gerakan tarian itu juga berkembang
di Tanah Aceh. Meski demikian, terdapat banyak perbedaan didalam rangkaian prosesi zikir yang dilakukan oleh umat Islam
tersebut.
“Seni
tradisi zikir yang kita miliki khususnya di Lombok ini tidak sama dengan yang
berkembang di Aceh sana. Kalau di sana, itu mereka menggunakan alat musik
seperti rebana sebagai gendang yang mengiringi lantunan wirid-nya. Kalau kita tidak, justru kalau di Lombok hanya
menggunakan instrumen – instrumen suara sebagai pengiringnya. Contohnya seperti
laras suara Hu, Allah Hu Ilallah, La
ilahaillallah,” jelasnya sambil memeragakan dan mendengungkan lantunan
tersebut layaknya seperti suara pukulan Rebana.
Diterangkan
prosesi Zikir itu dibuka dengan mulai membaca Surat Alfatihah, setelah itu
runutan silsilah penerus yang merangkai tentang seni syiar Islam. Prosesi
selanjutnya dalam rangkaian zikir tersebut yakni pembacaan ayat suci Al Quran,
kemudian diisi dengan dalil, majemuk,
majemuk syarif, dan Shalawat Nabi, serta diakhiri dengan prosesi Serakalan.
“Biasanya
dulu orang – orang yang melakukan prosesi ini bisa 2 - 4 Jam. Kalau ini lebih mengarah tentang
amalan pujian kepada Allah dan Rasulnya. Seni tradisi ini khususnya yang di Aceh telah
masuk dalam daftar warisan tak benda serta telah diakui oleh UNESCO,”
tandasnya. (Suara NTB)








