Be Your Inspiration

Friday, 21 November 2014

Promosikan Wisata NTB, Gubernur TGH. M. Zainul Majdi Sambangi Media Nasional



Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi saat dialog pada acara
Coffee Break TV One yang dipandu Harsya Soebandrio 
dan Asti Mochtar, Kamis (20/11/2014
Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menyambangi sejumlah media nasional untuk mempromosikan berbagai potensi yang dimiliki NTB, seperti potensi wisata. Kegiatan menyambangi media-media nasional yang sudah dianggap media mainstream di Indonesia itu juga dimaksudkan untuk memperoleh masukan-masukan untuk pembangunan NTB kedepannya.

Share:

Losmen Tempat Mesum Harus Ditutup, Tiga Siswa di Lobar Tertangkap Sedang Mesum




Banyaknya pelajar yang terjaring dalam razia penyakit masyarakat yang digelar Satpol PP Kabupaten Lombok Barat (Lobar), mengundang keprihatinan pihak DPRD Lobar. Dewan meminta agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) mengevaluasi sekolah yang anak muridnya kedapatan membolos. Tidak hanya itu, hotel atau losmen tempat mesum harus dikenai sanksi bila perlu izinnya dicabut.

Share:

Thursday, 20 November 2014

Bocah Mengaku dari Tahun 2035: Indonesia Nanti Tinggal Sumatera dan Kalimantan

Putra Kandias, bocah yang mengaku berasal dari tahun 2035, berani membuat pernyataan-pernyataan kontroversial terkait Indonesia.

Selain bakal adanya bencana dahsyat di awal tahun 2015, ia memastikan tahun 2017 akan ada perang nuklir.

Share:

Nurmi dari Bima, Mata Melepuh Akibat Tumor



Nurmi, penderita tumor yang terbaring di rumah ibunya, 
berharap bantuan pemerintah dan masyarakat.
Nurmi (35), warga Kelurahan Manggemaci Kecamatan Mpunda, Kota Bima NTB harus rela kehilangan penglihatan setelah satu matanya melepuh akibat terserang tumor. Ibu dua anak ini pasrah akan penyakit yang dierita, pasalnya proposal biaya pengobatan yang pernah diajukan suami konon ditolak oleh Pemkot Bima.

Share:

Tarif Penyeberangan Lembar-Padangbai Naik 15 Persen




Sejumlah kendaraan yang akan menyeberang ke Pelabuhan Padangbai Bali
antre di Pelabuhan Lembar, Kamis (20/11/2014). 
Kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM berimbas tidak saja pada kenaikan tarif angkutan umum, namun meluas ke angkutan penyeberangan laut di Pelabuhan Lembar. Diperkirakan kenaikan tarif penyeberangan di Pelabuhan Lembar ke Padangbai sekitar 15 persen.

Share:

Wednesday, 19 November 2014

Ibu Negara Iriana Joko Widodo Bangga Gunakan Busana Motif Sasak Lombok


 
Ibu Negara Iriana Joko Widodo didampingi Hj. Mufidah Jusuf Kalla
dan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri
memukul gendang beleq sebagai tanda pembukaan
bazar amal tahunan Women's International Club
di Jakarta Convention Center, Rabu (19/11/2014)

Tarian Sukadare dari Pulau Lombok mewarnai pembukaan Bazar Amal Tahunan ke-47 Women’s International Club (WIC) di Jakarta Convention Center (JCC) Hall B, Rabu (19/11). Acara yang dikemas bernuansa NTB ini dibuka Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang ditandai dengan pemukulan gendang beleq.

Share:

VIDEO Promosi Pesona Lombok-Sumbawa 2014 Diluncurkan di Garuda Indonesia





Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi bersama Ketua BPPD NTB
Taufan Rahmadi  dalam launching
perdana video pariwisata NTB di Garuda Indonesia.
VIDEO Promosi pesona Lombok-Sumbawa di langit Indonesia, Rabu (19/11), resmi diluncurkan, Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi. Tepatnya, dalam penerbangan, Cengkareng-BIL (CGK-LOP), GA 430-Garuda Indonesia Airlines (GIA). Video Promo Lombok-Sumbawa (VPLS) ini akan menjadi jembatan pariwisata NTB menuju pasar global. VPLS bisa di saksikan di 68 armada GIA berbagai jalur penerbangan ke seluruh daerah di Indonesia.

Share:

Tuesday, 18 November 2014

Zikir Zaman Masuk NTB Seiring Penyebaran Agama Islam

Zikir Zaman Lombok. (Dokumentasi foto : Dishubkominfo Lombok Barat)

Tradisi Zikir Zaman yang selama ini berkembang di kalangan masyarakat di Pulau Lombok dinyatakan masuk seiring penyebaran agama Islam. Budayawan Sasak, L. Abdul Rahim (Mamiq Jagad) menyatakan kearifan tradisi atau kesenian itu merupakan pengaruh yang datang dari Turki dan Yaman. Konon rangkaian kesenian itu diinisiasi oleh Syekh Samani dari Yaman kemudian disebarkan oleh Datoq Ribandang yang datang dari Sulawesi.


“Zikir Zaman itu berkembang di pulau Lombok sejak dimulainya penyebaran agama Islam di gumi Sasak ini. Itu dilakukan sekitar abad ke- XIV sampai XVI, dan penyebarannya di Lombok ini pun tidak merata, melainkan pada kawasan – kawasan tertentu. Tradisi ini merupakan hasil akulturasi yang dilakukan oleh masyarakat terhadap kesenian yang dibawa oleh Datoq Ribandang namanya dari Sulawesi, dan kesenian ini merupakan pengaruh yang datang dari Turki dan Yaman,” jelasnya, Selasa (18/11/2014).

Dinyatakan masuknya seni tradisi yang bernuansa Islami itu masuk dengan hadirnya tarian rudat,  serta tradisi pembacaan hikayat Nabi. Dikatakan, dalam prosesi Zikir Zaman itu berisi puji – pujian bagi Tuhan Yang Maha Kuasa serta bagi para Nabi dan Rasul. Zikir yang disertai dengan gerakan – gerakan tarian itu juga berkembang di Tanah Aceh. Meski demikian, terdapat banyak perbedaan didalam rangkaian  prosesi zikir yang dilakukan oleh umat Islam tersebut.

“Seni tradisi zikir yang kita miliki khususnya di Lombok ini tidak sama dengan yang berkembang di Aceh sana. Kalau di sana, itu mereka menggunakan alat musik seperti rebana sebagai gendang yang mengiringi lantunan wirid-nya. Kalau kita tidak, justru kalau di Lombok hanya menggunakan instrumen – instrumen suara sebagai pengiringnya. Contohnya seperti laras suara Hu, Allah Hu Ilallah, La ilahaillallah,” jelasnya sambil memeragakan dan mendengungkan lantunan tersebut layaknya seperti suara pukulan Rebana.

Diterangkan prosesi Zikir itu dibuka dengan mulai membaca Surat Alfatihah, setelah itu runutan silsilah penerus yang merangkai  tentang seni syiar Islam. Prosesi selanjutnya dalam rangkaian zikir tersebut yakni pembacaan ayat suci Al Quran, kemudian diisi dengan dalil, majemuk, majemuk syarif, dan Shalawat Nabi, serta diakhiri  dengan prosesi Serakalan.

“Biasanya dulu orang – orang yang melakukan prosesi ini bisa  2 - 4 Jam. Kalau ini lebih mengarah tentang amalan pujian  kepada Allah dan Rasulnya.  Seni tradisi ini khususnya yang di Aceh telah masuk dalam daftar warisan tak benda serta telah diakui oleh UNESCO,” tandasnya. (Suara NTB)
Share:

VISITOR

YANG SAYANG ANDA LEWATKAN

Blog Archive