Be Your Inspiration

Tuesday, 4 December 2018

Pariwisata NTB dan Upaya Bangkit Pascagempa

Ketua Astindo NTB Awanadhi Aswinabawa
NTB merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. Sebagai destinasi wisata unggulan,  angka kunjungan pelancong ke daerah ini dari tahun ke tahun terus meningkat. Tahun 2017, angka kunjungan wisatawan ke daerah ini mencapai angka 3.508.903 orang. Tahun 2018, pariwisata NTB memasang target tidak sedikit. Pemprov NTB melalui Dinas Pariwisata menargetkan,  angka kunjungan sebanyak 5 juta orang. Namun, angka tersebut akan berat terealisasi. Bencana gempa beruntun yang mengguncang NTB, berpengaruh besar pada minat pelancong berwisata ke daerah ini.


Pascagempa, angka kunjungan wisatawan menurun drastis.  Angka yang menunjukkan turunnya kunjungan wisatawan memang belum direlease. Namun, penurunan kunjungan diketahui dari keluhan pengelola jasa wisata, baik pengelola hotel, travel, penjual suvenir dan lainnya. Keluhan mereka sama, wisatawan sepi.

Upaya membangkitkan sektor pariwisata pascagempa, sudah secara maksimal dilakukan. Promosi-promosi untuk meyakinkan calon pelancong bahwa Lombok (baca NTB) sudah aman, sudah dilakukan secara maksimal oleh berbagai elemen. Pengelola hotel pun melakukan langkah luar biasa dengan memberi diskon besar pada wisatawan yang menginap. Namun langkah- langkah itu, tampaknya belum mampu secara maksimal menarik minat wisatawan berkunjung ke daerah ini.

Dalam beberapa diskusi, ada satu solusi jitu yang bisa membangkitkan kembali pariwisata NTB pascagempa. Solusi itu, menurunkan harga tiket pesawat udara dari dan ke Lombok yang terlalu mahal. Lalu lalang orang menggunakanmoda udara tersandera mahalnya harga tiket pesawat. Pada Grup Diskusi Ekonomi Membangun NTB, dengan peserta disskusi dari perwakilan lintas sektor dan penentu kebijakan, juga ramai diperbincangkan soal mahalnya harga tiket ini. Begitu juga di forum-forum lain, persoalan ini juga kerap diperbincangkan.

Kesimpulannya, mahalnya harga tiket pesawat dari dan ke Lombok, dapat menghambat keinginan orang berlalu lalang (berwisata). Bagaimana wisatawan akan tertarik datang ke NTB, bila harga tiket pesawat justru lebih murah jika ke luar negeri?
Wisatawan mancanegara saat berada di dermaga penyeberangan Gili Trawangan Lombok Utara

Asosiasi Travel Agen Indonesia (Astindo) Provinsi NTB angkat bicara, menyuarakan banyaknya keluhan masyarakat terkait tingginya harga tiket pesawat.  Apalagi pascagempa, tak juga terlihat surut harga jual tiket di sistem. Padahal NTB sedang berusaha bangkit, dan mengharapkan kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri.

Berdasarkan data, terjadi penurunan angka penumpang menggunakan pesawat terbang. Dari rata-rata 12.000 orang sehari, belakangan turun ke kisaran 7.000 sampai 8.000 orang penumpang dari dan ke Lombok International Airport.

Dengan tingkat keterisian pesawat (load factor) yang masih rendah ini, harga tiket dari dan ke Lombok tetap tinggi. Ketua Astindo, Awanadi Aswinabawa mengemukakan beberapa fakta tingginya harga tiket pesawat .


Diperbandingkan, harga tiket pesawat Citilink Jakarta-Denpasar Rp1.084.000, sementara Jakarta-Lombok Rp1.150.900. Lalu Lion Air, harga tiket Jakarta-Lombok Rp961.000, Jakarta – Denpasar Rp587.000. Bahkan Jakarta – Singapura Rp500.000. Lalu Garuda Indonesia, Jakarta-Lombok dikenakan Rp1.934.600, Jakarta – Denpasar Rp1.598.000 dan Jakarta-Singapura Rp1.625.900.
Selalu ada selisih, bahkan dapat dikatakan selisih harga tiketnya besar bila membandingkan harga tiket dari Jakarta ke Singapura. Padahal, Lombok-Sumbawa sedang  berkompetisi merebut perhatian wisatawan untuk berkunjung.

‘’Seharusnya setelah gempa, maskapai ini juga membantu mempercepat recovery. Beri diskon, atau promo-promo agar orang tertarik datang ke Lombok. Dari pada kursinya banyak yang kosong,’’ kata Awan.

Karena itu, ia memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah, terutama kepada Gubernur NTB, Dr.H. Zulkieflimansyah, SE.M.Sc  yang telah melakukan road show ke sejumlah maskapai penerbangan guna membahas persoalan ini. Baginya, itu langkah jitu untuk mengingatkan maskapai-maskapai penerbangan ini atas kewajibannya kepada rakyat. Terutama kepada maskapai pelat merah.
Astindo juga baru-baru ini melakukan pertemuan dengan manajemen Citilink di NTB. Pembahasannya mengerucut pada rencana Citilink untuk tidak lagi melibatkan mitra-mitranya, para travel agent untuk penjualan tiket. Rencananya Citilink akan melayani langsung pemesanan tiket tanpa melalui travel agent

Meskipun pertemuan dengan Citilink ini harus menunggu kebijakan dari manajemen pusat, Awan mengatakan, kebijakan tersebut dapat memperparah keadaan. Di saat travel agent lokal sedang dalam ‘’lampu kuning’’.


Dampaknya dapat meluas ke PHK oleh perusahaan travel. Padahal, satu travel agent setidaknya memiliki lima karyawan yang harus dihidupkan.

Hal senada disampaikan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB H. Fauzan Zakaria. Diakuinya, kondisi terakhir pariwisata pascagempa sudah ada indikasi menggeliat. Ini tidak lepas dari kerjasama dari semua pihak. Mulai dari dorongan moril presiden dan pejabat lintas kementerian, gubernur/wakil gubernur. Secara perlahan, namun pasti tingkat kunjungan wisatawan meningkat.
Menurutnya, banyak wisatawan yang ingin datang berkunjung ke NTB. Namun, mahalnya harga tiket pesawat menjadi kendala. Belum lagi, harga tiket pesawat ke beberapa negara di ASEAN dari Jakarta lebih murah dibandingkan dengan harga tiket ke Lombok.

Sebagai salah satu stakeholder pariwisata NTB, pihaknya berharap perusahaan airlines dapat memberikan empati/kepedulian percepatan recovery Lombok. Salah satu caranya melalui diskon harga tiket . ‘’Jangan sampai, sudah dalam kondisi seperti ini tiket malah mahal dibandingkan kondisi normal. Kapan pulihnya pariwisata Lombok, kalau harga tiket mahal. Jakarta-Singapura, Jakarta- Thailand, Jakarta- Malaysia, harga tiketnya lebih murah dibandingkan dengan harga tiket Jakarta-Lombok,’’ ungkapnya.


Untuk itu, pihaknya berharap seluruh perusahaan penerbangan memiliki kontribusi konkret untuk kebangkitan pariwisata NTB dengan cara memberikan great sale atau memberikan harga terbaik pada customer.  ‘’Upaya konkrit tidak hanya dari BPPD, tapi semua pihak.  Termasuk pemerintah daerah harus menyuarakan persoalan yang sangat urgent,’’ harapnya.  (Bulkaini/Marham) 

Share:

Friday, 30 November 2018

Sinergikan Dunia Usaha dan Pendidikan, Gubernur NTB Apresiasi Inisiatif Kemendagri

Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah dan pihak ITDC pose bersama usai penandatanganan MoU di Hotel Arya Duta Jakarta, Kamis (29/11/2018)

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyambut baik inisiatif Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan jajaran pelaku usaha seperti PT ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) , PHRI (Persatuan Hotel & Restoran Indonesia) maupun ASITA (Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies yang berupaya mensinergikan dunia pendidikan dengan dunia usaha. Salah satu langkah yang dilakukan dalam sinergi antara pengampu kebijakan dengan komunitas usaha tersebut adalah kerja sama vokasi pendidikan pariwisata dan beasiswa pendidikan, yang dilaksanakan di Hotel Aryaduta Jakarta, Kamis (29/11/2018).


Khusus untuk kerja sama beasiswa ke luar negeri, Gubernur NTB memberikan apresiasi tinggi kepada  PT ITDC, yang dinilainya sebagai implementasi sinergi yang kian positif dalam pembangunan SDM di NTB.

"Hari ini saya mewakili Pemprov NTB menandatangani kerjasama bidang pendidikan dengan PT ITDC yang diwakili Direktur Utama Abdulbar M. Mansoer di Jakarta. Insya Allah ITDC bersedia membiayai 1.000 anak muda NTB untuk melanjutkan studi pascasarjana ke Cina," jelasnya.

Gubernur Zul menyatakan sudah mengkoordinasikan tindak lanjut kerja sama itu dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB untuk mempersiapkan program sebaik-baiknya. Mulai dari administrasi, mekanisme kerja sama hingga sistem seleksi para calon mahasiswa penerima beasiswa. 

 "Insya Allah dana pengembangan SDM dari PT ITDC untuk program ini sudah tersedia. Mudah-mudahan kesempatan ini bisa kita manfaatkan dengan baik dan semaksimal mungkin. Dan rencananya kita akan launching program ini pada hari ulang tahun Provinsi NTB (17 Desember 2018) mendatang," ujar Gubernur Zul.

Direktur Utama PT ITDC, Abdulbar M. Mansoer berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan Pemprov NTB dan Pemkab Loteng selama ini, sehingga pembangunan kawasan (Kuta Mandalika) yang diampu ITDC bisa berjalan sebagaimana direncanakan.


Dirut PT ITDC secara khusus juga menyampaikan dukungan terhadap berbagai program pembangunan (SDM) dI NTB termasuk mendukung komitmen Gubernur untuk mengirim 1.000 putra-putri NTB melanjutkan studi pascasarjana ke luar negeri.

Rencana pemberian beasiswa untuk 1.000 siswa NTB merupakan program terpisah dari MoU pendidikan vokasi atau SMK Pariwisata. ITDC menyambut baik rencana Pemerintah Provinsi NTB tersebut dan akan melakukan upaya komunikasi dengan pihak AIIB untuk kemungkinan program sejenis.

"Insya Allah PT ITDC siap berkontribusi  mendukung pengiriman anak-anak NTB untuk melanjutkan studi pasca sarjananya ke luar negeri. Hal itu sesuai dengan komitmen kami untuk melakukan community development di wilayah kami melakukan usaha, salah satunya adalah peningkatan SDM warga lokal," kata Abdulbar.

Saat ini, ITDC selaku pengelola kawasan The Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, tengah melakukan upaya pengajuan permohonan pendanaan untuk pembangunan infrastruktur kepada Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) yang berkantor pusat di Beijing, Cina. Paralel dengan tugas pengelolaan kawasan pariwisata, salah satu kewajiban perusahaan adalah melakukan community development bagi penduduk di desa penyangga di luar kawasan The Mandalika. (Marham)

Share:

Gubernur NTB dan ITDC Tandatangani MoU Pendidikan Vokasi

Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah menandatangani MoU dengan Dirut ITDC Abdulbar M. Mansoer terkait pendidikan vokasi di KEK Mandalika di Hotel Aryaduta Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Gubernur NTB  Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Direktur Utama (Dirut) PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC)  Abdulbar M. Mansoer disaksikan Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Drs. Eko Subowo, SH, MH, menandatangani memorandum of understanding (MoU) pendidikan vokasi untuk kawasan KEK Mandalika di Hotel Aryaduta Jakarta, Kamis (29/11/2018). Penandatanganan MoU juga melibatkan pihak PHRI dan ASITA NTB.
Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri menginisiasi adanya kerjasama pendidikan vokasi untuk mendukung pengembangan sektor kepariwisataan di 3 destinasi utama. 


Penandatanganan MoU pendidikan vokasi untuk KEK Mandalika ini dilaksanakan bersamaan dengan penyelenggaraan Rapat  Koordinasi Gabungan Pendidikan Vokasi untuk kawasan Danau Toba, Candi Borobudur dan KEK Mandalika.

Sementara Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri  Eko Subowo dalam sambutannya, menjelakan, kesepakatan bersama pendidikan vokasi kepariwisataan ini merupakan langkah maju untuk menyiapkan SDM yang berkualitas melalui pendidikan vokasi sesuai dengan tuntutan dunia usaha.

Melalui kerjasama ini diharapkan dapat menghasilkan peningkatan kompetensi lulusan SMK menjadi tenaga siap pakai yang dapat mendukung pengembangan industri pariwisata atau industri terkait lainnya di KEK Mandalika, Danau Toba dan Candi Borobudur.

Selain itu, tambahnya, pendidikan vokasi ini merupakan program prioritas nasional tahun 2018 melalui dekonsentrasi Ditjen BAK Kemendagri dengan menginisiasi kesepakatan kerjasama pemerintah daerah dengan dunia usaha dalam bidang pengembangan pendidikan vokasi. Di mana, tahapan identifikasi potensi kerja sama di 3 kawasan dengan pemerintah daerah dan pendidikan vokasi, sinkronisasi potensi kerja sama di 3 kawasan tersebut, koordinasi sektor terkait dan daerah dan terakhir kesepakatan bersama pemerintah daerah dan dunia usaha. (Marham)
Share:

Wednesday, 28 November 2018

Maret 2019, Garuda Indonesia Buka Rute Jakarta - Nagoya

Pesawat Garuda Indonesia


Sejalan dengan komitmen perluasan jaringan penerbangan internasional yang dilaksanakan perusahaan, pada 23 Maret 2019 mendatang Garuda Indonesia berencana untuk membuka rute penerbangan Jakarta - Nagoya pp yang akan dilayani sebanyak 4 kali per minggu (Selasa, Jumat, Sabtu, dan Minggu). Adapun layanan rute penerbangan Jakarta - Nagoya pp tersebut rencananya akan dioperasikan dengan menggunakan armada Airbus A330 dual class yang terdiri dari kelas penerbangan ekonomi dan bisnis.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara mengungkapkan, diperkenalkannya rute penerbangan internasional Jakarta - Nagoya pp tersebut merupakan bagian dari komitmen pengembangan jaringan penerbangan internasional Garuda Indonesia khususnya melalui pengembangan kapasitas penerbangan dan utilisasi armada pada rute-rute penerbangan yang prospektif.

“Layanan penerbangan pada rute ini juga menjadi langkah positif perusahaan dalam mempertahankan pangsa pasar sektor penerbangan Jepang – Indonesia yang terus tumbuh dan semakin menjanjikan, di mana angka kunjungan wisatawan mancanegara asal Jepang ke Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan khususnya ke sejumlah destinasi wisata utama di Indonesia, salah satunya Jakarta sebagai pusat perekonomian terbesar di Indonesia,” jelas Ari.

"Nagoya yang merupakan ibukota Prefektur Aichi merupakan pangsa pasar yang potensial bagi Garuda, terutama bisnis dan penumpang pariwisata. Kami harapkan dibukanya rute penerbangan langsung ini akan semakin memperkuat hubungan baik antara kedua negara. Terutama dalam meningkatkan hubungan ekonomi, perdagangan dan pariwisata antara kedua Negara,” tambah Ari.

“Prefektur Aichi dikenal sebagai salah satu kota industri & manufactural tersibuk di Jepang. Kami optimistis bahwa pembukaan layanan langsung Jakarta - Nagoya dapat mendukung upaya percepatan laju iklim bisnis dan potensi ekonomi antara kedua Negara,” tutup Ari.

Selama lebih dari 50 tahun, Garuda Indonesia telah menunjukkan dukungannya terhadap hubungan bilateral yang kuat antara Indonesia dan Jepang. Dengan dibukanya layanan ini, penumpang diharapkan dapat menikmati lebih banyak pilihan penerbangan dan tujuan ke Jepang dan Indonesia maupun sebaliknya. (rilis)

Share:

Dampak Konflik Berkepanjangan, Banggar DPRD Coret Anggaran untuk BPPD NTB

Tanjung Aan di Kawasan EKonomi Khusus Mandalika Lombok Tengah

Ancaman DPRD NTB akan menghentikan kucuran dana hibah kepada Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi NTB beberapa waktu lalu, bukan gertakan belaka. Para wakil rakyat di Udayana tersebut benar-benar membuktikan ucapannya. Di APBD 2019 yang ditetapkan, Selasa (27/11/2018), anggaran hibah BPPD dipastikan dicoret. 

Juru bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD NTB, Johan Rosihan  membenarkan penghentian pemberian anggaran hibah kepada BPPD mulai tahun 2019. Dikatakan Johan, alasan Banggar menyetop kucuran hibah ke BPPD tersebut tidak lepas dari konflik berkepanjangan yang terjadi di internal lembaga tersebut. 

‘’Ya kita hentikan, alasannya pertama karena buat apa kita berikan anggaran untuk lembaga yang berkonflik. Kedua ketuanya juga menjadi caleg,’’ katanya. 

Alasan selanjutnya sebut Johan, karena juga organisasi induk di pusat sudah dibubarkan. Sehingga menurut pandangan Dewan, BPPD sudah tidak optimal lagi untuk menjadi institusi promosi pariwisata. 

‘’Makanya sekarang kita kembalikan dia ke Dinas Pariwisata. Jadi tidak akan mengganggu promosi. Karena yang akan melakukan Dinas Pariwisata,’’ jelas Ketua Fraksi PKS tersebut. 

Di tempat terpisah, Ketua Fraksi PDIP, Ruslan Turmuzi menambahkan soal penghapusan anggaran untuk BPPD tersebut. ‘’Ya kita sudah sepakat bersama Badan Anggaran (Banggar) untuk meniadakan dan menghapus anggaran BPPD di APBD NTB 2019,’’ katanya. 

Senada dengan Johan, Ruslan menyebutkan alasan krusial sehingga akhirnya anggaran untuk BPPD 2019 ditiadakan. Di antaranya, kisruh kepengurusan di BPPD. ‘’Tidak mungkin kita memberikan anggaran hibah setiap tahun kepada BPPD yang jumlahnya mencapai Rp 6 miliar kalau tidak ada terobosan. Apalagi BPPD ini sifatnya lembaga yang mandiri, sesuai Undang-Undang Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan yang tidak mengharuskan mendapat alokasi dana di APBD,’’ tegasnya.

Menurut politisi dari Dapil Lombok Tengah ini, kalau pun BPPD itu dibentuk untuk promosi, sudah ada tugas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berwenang yang akan melakukan itu, dalam hal ini Dinas Pariwisata NTB.

‘’Kita sudah punya Dinas Pariwisata yang tugasnya melakukan promosi. Kalau BPPD mau promosi, silakan mereka melakukan secara mandiri, seperti yang sudah dilakukan BPPD lain, contohnya Bali,’’ ujar Ruslan.

Karena itu, Ruslan berharap dengan dihapusnya hibah untuk BPPD, lembaga itu bisa berbenah dan mengakhiri semua kekisruhan kepengurusan. Karena, bagaimana pun saat ini pariwisata NTB tengah menghadapi kesulitan pascabencana gempa bumi. ‘’Yang jelas keputusan kita untuk menghapus anggaran BPPD ini sudah final,’’ pungkasnya. (Hiswandi/Suara NTB)
Share:

Sunday, 25 November 2018

Garuda Indonesia dan BRI Kembali Gelar Online Travel Fair

Pesawat Garuda Indonesia
Garuda Indonesia kembali menggelar Garuda Indonesia Online Travel Fair (GOTF) yang dilaksanakan pada tanggal 23-29 November melalui digital channel Garuda Indonesia. Pada pelaksanaan GOTF kali ini, Garuda Indonesia bekerjasama dengan Bank BRI sebagai bank partner.
Melalui GOTF 2018 ini, Garuda Indonesia dan Bank BRI menawarkan berbagai tiket perjalanan baik domestik maupun internasional dengan harga yang menarik melalui microsite Garuda Indonesia Online Travel Fair : www.garuda-Indonesia.com/gotf, atau website Garuda Indonesia : www.garuda-Indonesia.com Mobile App Garuda Indonesia dengan menggunakan kode promo GOTF dan Contact Center Garuda Indonesia.


Pada pelaksanaan GOTF Phase 3 tahun 2018 ini, harga menarik GOTF dapat diakses mulai tanggal 23 November 2018 pukul 00.00 waktu setempat. Sedangkan diskon tambahan dari Bank BRI akan berlaku pada periode “Happy Hour” setiap harinya pada pukul 09.00 LT dan pukul 20.00 LT.

Menteri Pariwisata Arif Yahya mengapresiasi pelaksanaan online travel fair ini, mengingat program ini sejalan dengan program digital tourism Kementerian Pariwisata yang secara aktif mempromosikan pariwisata Indonesia ke dunia melalui channel-channel digital  khususnya untuk membidik 9 pasar utama yaitu China, Eropa, Singapura, Australia, Malaysia, India, Jepang, Korea dan Timur Tengah.

“Era digital tidak dapat dipungkiri membawa tren baru dalam dunia pariwisata. Hal ini tentunya memberikan peluang dan tantangan bagi seluruh pelaku industri pariwisata untuk memberikan kemudahan dan kenyaman dalam bertransaksi  bagi pengguna jasa terutama untuk transaksi digital dengan harga terbaik. Dengan dilaksanakannya GOTF ini tentunya akan sangat mendukung perkembangan pariwisata nasional  mengingat GOTF ini dapat dengan mudah diakses oleh seluruh masyarakat, tidak hanya wisatawan domestik namun juga wisatawan mancanegara,” kata Arif.


Dalam kesempatan yang sama, Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan bahwa Garuda Indonesia melalui berbagai programnya berupaya untuk senantiasa mendukung program pemerintah  khususnya Kementerian Pariwisata untuk mencapai target kunjungan 270 juta wisatawan domestik dan 17 juta wisatawan mancanegara untuk tahun 2018.
Pikri melanjutkan bahwa pada pelaksanaan GOTF Phase 3 2018 ini Garuda Indonesia meng-highlight berbagai rute domestik menarik seperti Denpasar, Manado, Labuan Bajo, Sorong, Wangi-wangi, Kendari dan Yogyakarta. Sedangkan untuk highlight rute internasional adalah Korea, Jepang, Amsterdam, India, Melbourne, Sydney dan Singapura.

“Pelaksanaan GOTF ini juga tidak terlepas dari bagian upaya Garuda Indonesia untuk memenuhi tantangan merebaknya tren baru di dunia travelling belakangan ini yang mulai didominasi oleh generasi milenial – yang juga dikenal sebagai generasi digital native. Sejumlah data menyebutkan, pada tahun berikutnya, 2020, jumlah generasi milenial diperkirakan menjadi yang terbesar di Indonesia. Bahkan hingga satu dekade mendatang, pada 2030, jumlah mereka mencapai 70% dari total jumlah penduduk Indonesia.” lanjut Pikri.


“Bekerja sama dengan Bank BRI sebagai bank partner, melalui GOTF ini kami menawarkan kemudahan untuk mengakses berbagai destinasi  dengan penawaran menarik, seperti misalnya Tiket Pergi Pulang Jakarta – Denpasar mulai dari Rp1.140.000, Jakarta – Labuan Bajo Rp1.405.000, Jakarta – Yogyakarta Rp780.000 dan rute-rute internasional seperti Jakarta – Singapura mulai dari Rp1.564.000, Jakarta-Tokyo Rp4.413.000, Jakarta – Melbourne Rp5.508.000,” tambah Pikri.

“Untuk memaksimalkan pangsa pasar, GOTF kali ini juga dapat diakses oleh seluruh pengguna jasa di seluruh destinasi internasional Singapura, Malaysia, Thailand, Indoa, Australia, Jepang, Korea, China, Belanda serta penerbangan dari Timur Tengah. Kedepannya Garuda Indonesia akan terus mengembangkan digital distribution channel di antaranya melalui website, mobile apps, contact center, GOS dan COS,”   tutup Pikri.

Pada pelaksanaan GOTF Phase 3 2018 ini, Garuda Indonesia dan Bank BRI menawarkan berbagai destinasi dengan harga terbaik untuk berlibur. Di samping itu, nasabah Bank BRI bisa menikmati diskon hingga 75% dan diskon tambahan sebesar Rp4 juta dengan menggunakan Kartu Kredit, Debit online dan E-Pay BRI. Selain itu Nasabah Kartu Kredit Bank BRI juga dapat menikmati fasilitas cicilan 0% hingga 12 bulan. Dan untuk nasabah Bank BRI yang juga pelanggan Garuda dapat mendapatkan bonus 10.000 Garuda miles dan selama event ini berlangsung, pelanggan dapat menukarkan 5x lipat Poin Kartu Kredit yag dimiliki menjadi Garuda Miles.


Peran serta Bank BRI terhadap pelaksanaan GOTF 2018 ini merupakan dukungan terhadap program pemerintah dalam mengembangkan sektor pariwisata Indonesia. Tak hanya itu, Bank BRI juga ingin memberikan kemudahan dan nilai tambah bagi pelanggan dan nasabah Bank BRI.

‘’Kerjasama ini merupakan Sinergi Bank BRI dengan Garuda Indonesia untuk mengajak wisatawan domestik maupun asing untuk menikmati keindahan alam di Indonesia,” ujar Direktur Konsumer Bank BRI, Handayani. “Indonesia ini indah untuk dieksplore. Bukan hanya Bali saja yang indah, tetapi masih ada tujuan wisata yang tidak kalah menarik seperti: Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Kepulauan Seribu, Danau Toba, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan Tanjung Kelayang. Kini saatnya menikmati indahnya indonesia dengan lebih hemat bersama Bank BRI.” imbuhnya.

GOTF telah dilaksanakan sejak tahun 2016, dan pada pelaksanaan GOTF 2018 ini Garuda Indonesia juga kembali menggandeng anak perusahaan Garuda Indonesia serperti Citilink, Garuda Indonesia Holiday dan Aerowisata  serta  beberapa mitra usaha lainnya seperti mitra usaha asuransi dan hotel seperti Allianz, Swiss-Belhotel International, Agoda, Parador, serta mitra e-Commerce: Blibli.com; Bhineka, KLOOK dan Passpod.


Sebagai bagian untuk mengoptimalkan segmen pasar digital, sejak tahun 2015 lalu Garuda Indonesia memperkenalkan konsep Garuda Indonesia New Digital Experience yang merupakan layanan digital terbaru perusahaan yang terdiri dari: website www.garuda-indonesia.com, social media channel: Facebook, Twitter, Instagram, Official Account Line, dan Youtube, serta tampilan baru untuk mobile app Garuda Indonesia.


Diperkenalkannya konsep Garuda Indonesia New Digital Experience ini merupakan upaya Garuda Indonesia untuk meningkatkan potensi pasarnya melalui pasar e-commerce dan digital, khususnya generasi muda, melalui berbagai pengembangan platform digital yang kini dimiliki perusahaan, serta sebagai bentuk upaya peningkatan layanan kepada pengguna jasa. (*)

Share:

Saturday, 24 November 2018

Server Layanan Kependudukan Diblokir Kemendagri, Kadis Dukcapil Loteng Mundur

Wabup Loteng H. L. Pathul Bahri melantik dan mengambil aumpah pejabat lingkup Pemkab Loteng, Sabtu (12/11/2018). 

Setelah sekitar sepekan menjabat, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil)  Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), H. Ridwan Makruf akhirnya mengajukan pengunduran diri. Menyusul polemik yang terjadi terkait pengangkatannya sebagai orang nomor satu di jajaran Disdukcapil Loteng. Pasalnya, pengangkatannya sebagai Kepala Disdukcapil Loteng disinyalir maladministrasi atau cacat hukum.
Pernyataan pengunduran diri tersebut disampaikan H. Ridwan Makruf, Jumat (23/11/2018).

 Dalam video pernyataan yang beredar di kalangan media Loteng,  Ridwan mengatakan kalau dirinya mundur demi kepentingan masyarakat banyak.  Mengingat sejak dilantik sebagai Kadis Dukcapil Loteng pelayanan jadi terganggu.  Lantaran server layanan kependudukan diblokir oleh Kemendagri sebagai bentuk sanksi kepada Pemkab Loteng karena melantik pejabat yang tidak direkomendasikan oleh Kemendagri.

 Dengan pengunduran diri tersebut ia berharap sanksi bisa segera dicabut.  Dengan begitu pelayanan kependudukan bisa kembali berjalan. "Ini (pengunduran diri)  demi kepentingan masyarakat banyak," tegas Ridwan.

Keputusan mundur Kepala Disdukcapil Loteng tersebut mendapat dukungan anggota DPRD Loteng, Suhaimi, SH. Menurut langkah yang diambil Kadis Dukcapil Loteng merupakan langkah tepat. Karena itulah solusi terbaik saat ini untuk bisa menyelesaikan polemik di Disdukcapil Loteng. "Dari pada masyarakat jadi korban, pengunduran diri Kadis Dukcapil Loteng jadi langkah yang tepat," sebutnya.

Karena bisa menjembatani kepentingan Kemendagri.  Sekaligus bisa menjaga martabat Pemkab Loteng.  Karena tentu Pemkab Loteng tidak akan semudah itu untuk memcabut apa yang sudah menjadi keputusan. Dan, Kemendagri sendiri juga tidak akan mau mengalah. "Ini langkah yang tepat saya rasa," imbuh Ketua DPC PDI Perjuangan Loteng ini.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng, Drs. H.L. Herdan, M. Si., yang dikonfirmasi membenarkan prihal pengunduran diri Kepala Disdukcapil Loteng tersebut. "Ya sudah ada penyataan resni sekaligus surat resmi. Tadi pagi (Jumat kemarin)  disampaikan oleh yang bersangkutan, " sebutnya.

Dengan pengunduran diri tersebut maka otomatis posisi Kepala Disdukcapil Loteng saat ini lowong. "Soal apakah akan ada pelantikan pejabat yang baru atau penunjukan pejabat pelaksanan sementara itu tergantung Bupati Loteng seperti apa kebijakan yang diambil. Yang jelas Kepala Disdukcapil Loteng sudah mengatakan pengunduran diri, " tegas Herdan. (Munakir/Lombok Tengah)
Share:

Perang Topat, "Perang" Damai Warga Muslim dan Hindu di Lombok Barat

Suasana Perang Topat di Pura Lingsar, Kamis (22/11/2018)
Pelaksanaan event budaya perang topat yang digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) meninggalkan kesan baik bagi pengunjung dan warga. Ramai, meriah dan mengesankan, itu yang dirasakan para warga korban gempa. Ketika menyaksikan event budaya perang topat yang digelar kembali Pemkab Lobar di Pura Lingsar, Kamis (22/11/2018).

Event tahunan Pemkab Lobar ini sungguh menjadi hiburan bagi para korban gempa di kawasan Lingsar setelah bencana gempa bumi yang melanda beberapa bulan lalu.
Bagaimana tidak, keseruan itu menjadi sarana trauma healing yang menghibur. Bahkan terlihat wajah ceria para warga yang terlibat langsung dalam perang topat itu.

“Benar-benar terhibur, rasa trauma bencana gempa itu sudah agak hilang. Padahal rumah saya masih rusak,” ujar I Ketut Tati, salah seorang warga Lingsar.

Tidak hanya itu event budaya yang mencerminkan toleransi beraga itu membuat kagum Viola. Wisatawan asal Jerman ini tidak menyangka kerukunan umat beragama sangat terpancar dari umat Muslim dan Hindu. Ini menjadi kali pertama dia menyaksikan tradisi unik itu.
“Benar-benar gila, saya tidak percaya kalau tidak melihat sendiri. Ini unik, saya beragama Katolik, ini hal mustahil bisa melihat langsung Muslim dan Hindu akur seperti ini,” ujarnya kagum.

Iapun merasa Lombok sudah aman untuk dikunjungi kembali. Iapun berencana untuk datang kembali ke Lombok untuk berlibur. Bahkan akan mengajak kerabat dan sahabatnya datang ke Llombok.
“Saya rasa Lombok sudah aman,” ujarnya.

Sementara  Kepala Dinas Pariwisata Lobar, Ispan Junaidi mengatakan jika, event budaya ini sebagai bentuk usaha dalam membangkitkan pariwisata. Menurutnya dengan segala kondisi yang ada pasca gempa diharapkan juga dapat menghibur korban gempa. Sebab selama rangakain perang topat itu digelar juga berbagai hiburan rakyat.

“Ada hiburan peresean yang digandrungi masyarakat,” ujarnya. Pihaknya pun ingin menunjukkan kepada wisatawan luar jika Lombok sudah aman pasca gempa. Terlebih lagi adanya keterlibatan para travel agent yang turut membawa tamu sebagai usaha meyakinkan para wisatawan asing.
“kita sudah move on, dan bangkit,” pungkasnya. (Heru/Lombok Barat)
Share:

VISITOR

YANG SAYANG ANDA LEWATKAN

Blog Archive