Be Your Inspiration

Sunday, 20 January 2019

LIA Jadi Hub AirAsia, Rute Lombok-Australia Dibuka Akhir Februari 2019

 
Gubernur NTB, H.Zulkieflimansyah saat menggelar rapat dengan pihak AirAsia
Maskapai AirAsia akan mulai membuka rute penerbangan langsung Lombok-Perth Austarlia, akhir Februari 2019 mendatang. Kepastian tersebut disampaikan CEO AirAsia Grup, Dendy Kurniawan usai menggelar rapat terbatas dengan Gubernur NTB Dr. H. Zukliefliemansyah, di Kantor ITDC The Mandalika, Kamis (17/1/2019).
Saat ini proses persiapan untuk keperluan pembukan rute baru tersebut masih terus dimatangkan. Terutama untuk kepastian jadwal serta slot penerbangan yang ada. ‘’Koordinasi dengan pihak pengelola bandara termasuk dengan Kementerian Perhubungan terkait pembukaan rute penerbangan baru ini terus dilakukan. Untuk memastikan, rencana pembukaan rute baru ini bisa sesuai rencana,’’ katanya.



Untuk melayani rute penerbangan internasional tersebut pihak AirAsia akan menggunakan pesawat Airbus A320 dengan kapasitas penumpang sekitar 180 penumpang dengan branding khusus oleh pihak AirAsia.

‘’Dengan pembukaan rute baru ini bisa mendongkrak pariwisata Lombok dan NTB pada khususnya, pascagempa Lombok. Sehingga pariwisata Lombok pada khususnya bisa semakin bergairah,’’ tegasnya.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkifliemansyah, menegaskan kesiapannya untuk mendukung rencana pembukaan rute penerbangan baru tersebut. Apapun yang dibutuhkan pihak maskapai selama bisa dipenuhi pemerintah provinsi akan dipenuhi. Termasuk fasilitas-fasilitas promosi yang dibutuhkan siap digunakan.


Bahkan pemerintah pusat sendiri luar biasa mendukung. Buktinya, pemerintah pusat telah menyiapkan stimulus bagi rute-rute penerbangan baru. Termasuk rute Lombok-Perth Australia ini. “Berapa besaran stimulus yang disiapkan, segera akan dimatangkan dengan pemerintah pusat,” tandasnya.  

Diakuinya pembuka rute baru tersebut lebih cepat dari yang diperkirakan. Artinya, ada komitmen yang kuat dari pihak maskapai untuk mewujudkan rute tersebut. Dengan adanya rute baru tersebut, diharapkan bisa memancing wisatawan untuk lebih banyak datang ke Pulau Lombok dan NTB pada umumnya. 

Sementara CEO AirAsia Grup Dendy Kurniawan, mengatakan pihaknya telah menetapkan Lombok International Airport (LIA) sebagai bandara hub (penghubung) mulai tahun ini. Nantinya, sejumlah penerbangan yang dilayani AirAsia akan melalui LIA. Baik itu untuk rute internasional maupun domestik.



Dendy mengatakan, saat ini AirAsia sudah memiliki empat bandara hub di empat kota. Yakni Jakarta, Surabaya, Denpasar serta Medan. Dan, LIA bakal menjadi bandara hub ke lima yang dimiliki AirAsia. ‘’Lombok ini akan menjadi bandara hub ke lima kita,’’ terangnya.

Dikatakannya, sebagai bandara hub beberapa rute penerbangan yang dilayani oleh AirAsia nanti akan melalui LIA. Seperti rute Kuala Lumpur dan Singapura untuk rute internasional. Sedangkan untuk rute domestik, seperti Yogyakarta, Denpasar dan beberapa rute lainnya.

“Penetapan LIA sebagai bandara hub bersamaan dengan pembukaan rute internasional Lombok- Perth Australia. Karena rute penerbangan dari bandara lain yang menuju Australia juga akan melalui LIA,” terangnya.

AirAsia sendiri nantinya akan menyiapkan dua pesawat setiap hari. Untuk melayani penerbangan penghubung tersebut.  ‘’Kalau sudah jadi bandara hub, maka intensitas penerbangan di LIA tentu akan semakin meningkat. Mobilitas penumpang dengan sendiri juga akan ikut meningkat,’’ katanya. (Munakir/Lombok Tengah)

Share:

Wednesday, 16 January 2019

Dampak Pendakian ke Rinjani Ditutup, Warga Sembalun Pilih jadi Buruh Tani

 Salah satu hotel ternama di Sembalun, yakni Hotel Nusantara yang sepi akibat tidak ada kunjungan wisatawan pascagempa. Masyarakat Sembalun sekarang beralih bertani sambil menunggu pariwisata pulih.

Bencana gempa yang terjadi di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) bulan Juli, Agustus dan September 2018 membuat kondisi masyarakat terdampak gempa terpuruk. Akses perekonomiannya lumpuh. Seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Sembalun. Masyarakat yang mengandalkan sektor pariwisata jadi sumber pendapatannya saat ini gigit jari.


UNTUK memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat yang tinggal di bawah kaki Gunung Rinjani ini memilih bertani maupun buruh tani. Hal demikian disampaikan Camat Sembalun, Usman, kepada Suara NTB, Selasa (15/1/2019).

Menurutnya, masyarakat pada mulanya lebih mengandalkan sektor pariwisata untuk pendapatan mereka, baik dari penginapan hotel, homestay, maupun jasa porter dan lainnya. Namun kini, aktivitas itu sudah tidak terlihat lagi, kunjungan wisatawan mancanegara hampir tak ada lagi seiring dengan ditutupnya jalur pendakian ke Gunung Rinjani.

"Memang dampak gempa ini cukup dirasakan oleh masyarakat kami. Hotel-hotel, penginapan dan sejenisnya kosong. Pendakian tidak ada. Ini tentu berpengaruh terhadap sumber pencaharian masyarakat," jelas Usman.



Kendati demikian, katanya, persoalan itu tidak membuat masyarakat setempat pasrah. Dengan kondisi alam yang potensial, masyarakat yang sebelumnya bergelut pada dunia pariwisata saat ini mengantungkan rizkinya pada sektor pertanian. Selain bertani bagi masyarakat yang memiliki lahan. Masyarakat juga memilih menjadi buruh tani untuk mengangkut hasil pertanian dari areal persawahan masyarakat.

Dengan memanfaatkan sektor pertanian, secara perlahan roda perekonomian masyarakat terpenuhi dan sudah normal meskipun belum 100 persen. Bahkan sejumlah pasar yang terdapat di Kecamatan Sembalun, beberapa minggu setelah gempa kembali ramai dipadati masyarakat yang datang membeli berbagai kebutuhan dan keperluan hidup. "Intinya sekarang akses perekonomian mulai pulih. Hanya saja sumber pencarian dari sektor pariwisata masih menjadi persoalan," ujarnya. (yoni ariadi/Suara NTB)

Share:

TNGR Targetkan Pendakian ke Rinjani Normal Tahun 2021


KEPALA Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Sudiyono 
KEPALA Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Sudiyono mengatakan, pendakian Rinjani akan normal pada 2021 mendatang. Tahun ini, TNGR akan melakukan kajian untuk perbaikan jalur-jaur pendakian yang rusak akibat gempa, termasuk menghitung kebutuhan anggarannya.

Selanjutnya, kebutuhan anggaran perbaikan jalur-jalur pendakian Rinjani akan diusulkan dalam APBN 2020. Jika jalur pendakian Rinjani diperbaiki tahun depan, maka pada 2021, pendakian ke Rinjani sudah mulai normal.

Dikonfirmasi usai bertemu Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Selasa (15/1/2019), Sudiyono mengatakan akibat penutupan jalur pendakian Rinjani di Senaru dan Sembalun, sebanyak 1.702 porter/guide dan trekking organiszer yang menganggur. Terdiri dari 90 trekking organizer dan 1.612 porter dan guide.

‘’Dampaknya bukan hanya itu. Ketika ada wisatawan kan mereka butuh transportasi, makan, penginapan. Saya kira efeknya sangat banyak. Kemudian juga hasil-hasil pertanian, kuliner juga berpengaruh. Ribuan kena dampak akibat penutupan pendakian Rinjani,’’ ujarnya.

Sampai saat ini, kata Sudiyono, usaha-usaha yang berkembang di sekitar kawasan Gunung Rinjani belum normal. Karena pendakian lewat jalur Senaru Lombok Utara dan Sembalun Lombok Timur masih ditutup.

Kedua jalur pendakian tersebut masih ditutup karena kondisinya  masih rusak dan tanahnya labil. Ketika diinjak satu orang saja, maka akan terjadi longsor.

Dengan musim hujan diharapkan tanah yang labil bisa hilang. Tidak menutup kemungkinan, kata Sudiyono, jika jalur yang ada sekarang tak bisa diperbaiki maka akan dilakukan pembukaan jalur baru. (Muhammad Nasir/Suara NTB)
Share:

Konjen Australia di Bali Jajaki Sister City Antara Lombok dengan Tasmania

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah saat menerima kunjungan Konjen Australia di Bali Helena Studdert beserta rombongan di ruang kerjanya, Selasa (15/1/2019).
Konsulat Jenderal (Konjen) Australia di Bali merencanakan kegiatan Island Tourism Forum, dalam waktu dekat di Mataram. Kegiatan itu digagas untuk meningkatkan hubungan bidang pariwisata antara Australia dengan NTB.

Bahkan,  pada forum tersebut akan dibahas bagaimana meningkatkan kunjungan wisatawan bagi kedua daerah itu. Konjen Australia di Bali, Dr. Helena Studdert saat bertemu Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc menjelaskan, berdasarkan laporan yang ia terima,  wisatawan Australia yang berkunjung ke NTB cukup  tinggi.


"Kita akan mencari peluang kerjasama antara Australia dan Lombok," kata Helena usai bertemu Gubernur NTB, Selasa (15/1/2019).

Helena mengatakan, salah satu negara bagian Australia yang memiliki kesamaan dengan Lombok, yaitu  Tasmania. Meski memiliki luas wilayah sekitar 22.357 km2, dengan populasi sekitar 500 ribu jiwa. Namun,  daerah tersebut merupakan salah satu destinasi wisata di Australia. "Tasmania terbilang aktif di program pariwisata, "ujarnya.

Mengenai kemungkinan kerjasama untuk membangun sister city antara Lombok dan Tasmania,  Helena  mengatakan perlu pembahasan terlebih dahulu.

Sementara, Gubernur NTB,  Dr. H. Zukieflimansyah,  SE, M.Sc., menjelaskan dirinya memiliki visi untuk menjadikan NTB sebagai daerah ramah terhadap para investor.  Gubernur mengatakan  bahwa NTB sangat welcome dengan siapa saja yang ingin membangun kerjasama dengan pemerintah daerah. "Kita akan ambil setiap peluang yang ada," kata Gubernur.


Pada kesempatan tersebut, Gubernur didampingi Kepala DPMPTSP NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi, M. Si,  Kepala Biro Kerjasama Setda NTB, M. Nur Aulia, S.STP dan Kepala  Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Drs. H. Muh. Suruji.

Kepada rombongan Konjen Australia, Gubernur  menjelaskan NTB memiliki banyak potensi. Salah satunya yang saat ini sedang dikembangkan adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Selain membahas investasi,  kepada Konjen Australia itu,  Gubernur menjelaskan program beasiswa ke luar negeri bagi para pemuda NTB. "Mereka akan belajar banyak kebudayaan di sana," katanya. (Marham)

Share:

Monday, 14 January 2019

Meriah, Ulang Tahun Lesehan Dapur Selaparang yang Pertama


Pemotongan Tumpeng oleh Owner Lesehan Dapur Selaparang Lombok H. Sahid, Minggu (13/1/2019)
PERAYAAN HUT Ke-1 Lesehan Dapur Selaparang Lombok berlangsung sangat meriah pada Minggu (13/1/2019) bertempat di Lesehan Dapur Selaparang Lombok. Perayaan HUT diawali dengan jalan sehat yang diikuti oleh sekitar 5000 peserta dari seluruh wilayah di Lombok.

Pemilik Lesehan Dapur Selaparang Lombok H.Sahid menyampaikan rasa syukurnya karena acara ini telah berjalan dengan sangat lancar." Pertama-tama Alhamdullilah saya ucapkan atas lancarnya acara ini, sebenarnya HUT Lesehan Dapur Selaparang jatuh pada tanggal 12 Januari, namun karena kami mencari hari Minggu yang bertepatan dengan hari libur, maka diselenggarakan pada hari Minggu (13/1/2019) ini yang dihadiri oleh aparat Kepolisian, pihak Kelurahan, Kecamatan, sampai pada tingkat RT, " ungkapnya

Pada hari jadinya yang pertama, lesehan yang berlokasi di Jalan Raya Dakota No.17 Rembiga ini menggelar berbagai acara. Menurut Sahid, tidak hanya jalan sehat yang digelar, namun juga banyak pengisi acara yang tampil.

"Selain jalan sehat dengan hadiah utama sepeda motor, kami juga memberikan acara hiburan kepada para peserta yang mengikuti jalan sehat ini dengan menampilkan artis-artis papan atas Bumi Gora. Jadi acaranya semarak dari awal sampai akhir, hadiah utama motor kami undi pada puncak acara, selain motor juga banyak hadiah yang kami berikan seperti sepeda,kulkas,TV, HP,kipas angin, DVD, voucher makan dan masih banyak lagi,"paparnya.

Sahid menambahkan, tujuan digelarnya acara ini, selain untuk memasyarakatkan olahraga, juga ingin agar Lesehan Dapur Selaparang Lombok lebih dikenal lagi oleh masyarakat. "Melihat dari setahun perjalanan lesehan kami, pencapaian yang kami dapatkan selama setahun kalau berbicara untung dan rugi, selain untung berupa materi, yang kami kejar adalah untung di akhirat, bagaimana kami disini berlomba-lomba mencari pahala, dengan mempekerjakan 93 karyawan,” terangnya.

Ia berharap agar Dapur Selaparang Lombok  tetap menjadi pilihan masyarakat. Selain makanan yang disesuaikan dengan selera lidah Indonesia, khususnya Lombok, pihak Dapur Selaparang Lombok  juga mengutamakan pelayanan dan kebersihan.

Mengusung tema Bersyukur, Bersatu, dan Jaya Selaparang, Sahid mengungkapkan harapanannya agar Lesehan Dapur Selaparang Lombok tetap eksis. "Semoga pencapaian kami tahun ini dapat meningkat dari sebelumnya, semoga cita-cita saya dapat tercapai untuk mengumrohkan semua karyawan tentunya dengan dukungan para sponsor seperti  Vidya Tour, Bank Danamon, dan masih banyak sponsor yang lain,” tambahnya.

Untuk tahun ini, Lesahan Dapur Selaparang Lombok berencana akan membangun ruang pertemuan dengan kapasitas 1000 orang, dan juga akan menyediakan berbagai paket seperti paket wisuda, pernikahan, khitanan, 7 bulanan. “Kami juga akan lebih bersinergi lagi dengan para pengusaha tour and travel serta pemerintah,"harapnya. (Ekbis NTB)
Share:

Gua Batu Gajah, Objek Wisata Baru di Sekotong

Lokasi wisata baru berupa air terjun dan Gua Batu Gajah yang dirintis oleh pemuda Telaga Lebur Sekotong.

LOKASI wisata baru terus bermunculan di wilayah Sekotong Lombok Barat (Lobar). Lokasi wisata ini dirintis oleh para pemuda setempat. Setelah Buwun Mas Hill viral dan berhasil menyedot ribuan pengunjung, pemuda di Dusun Telaga Lebur Desa Sekotong Tengah berinsiatif membuka lokasi wisata waterfall.

Lokasi wisata yang terletak di Dusun Loang Baloq ini tak hanya menyajikan air terjun, namun pemandangan alam dan goa yang menjadi daya pikat tesendiri. Tak itu saja, pemandangan alam ini dipadukan dengan wisata budaya dan religi yang ada di daerah setempat.

Lokasi wisata ini dinamai Batu Gajah, karena bentuk bebatuan yang ada di tempat ini menyerupai kepala gajah. Tatanan bebatuan mirip seperti kepala dan belalai serta badan gajah. Spot ini baru  ditemukan oleh pemuda setempat, setelah para santri yang mondok di Ponpes Darul Quran WalHadist di dusun setempat kerap kali belajar di loksi tersebut. Mereka belajar menghafal Al-quran di tempat ini karena suasananya yang sunyi dan begitu tenang.

Menurut Sekretaris Desa Sekotong Tengah M. Rasyid, tempat ini konon pernah dijadikan sebagai lokasi pemujaan penganut watu telu. Di lokasi ini ada pedewak atau tempat pemandian.  “Tempat  ini untuk ritual,” jelasnya, Minggu (13/1/2019).

Belakangan tempat ini masih dipakai oleh warga setempat untuk bersemedi. Air terjun ini, ujarnya, memiliki tiga tingkatan, di mana tiap tingkatan ada kolam. Yang menjadi daya tarik, ada goa di bagian atas air terjun berjarak sekitar belasan meter. Gua yang ada memiliki beberapa ruang berada dalam satu kawasan dengan ukuran luas bervariasi.

Memasuki gua itu, dimulai dari Gua Penembek (pertama), lalu  ada gua kedua  yang dinamai Gua Lorong, karena terdapat terowongan sepanjang 5 meter. Di lorong ini hanya bisa masuk sebanyak 2 orang saja. Tiba di gua ketiga barulah goa ke empat dan kelima. Sesampai di gua paling atas maka terdapat pemadangan alam di mana dari ketinggian tersebut bisa terlihat laut Lembar.

Selain punya potensi wisata air terjun dan goa, di dusun setempat juga konon ada peninggalan Watu Telu berupa kitab Alquran tulis tangan, tongkat dan khutbah.  Berbagai perangkat ini dipakai oleh orang tua zaman Watu Telu untuk ritual upacara.

Rasyid mengatakan, konsep pengembangan kawasan ini ke depan memadukan antara wisata alam dengan budaya, adat dan religi. Artinya pemandangan alam dipadukan dengan budaya, adat Watu Telu, serta peninggalannya.  

Para pemuda setempat mulai menata lokasi secara swadaya. Diakui akses jalan begitu penting karena jalur sepanjang 250 meter yang dilalui ke lokasi ini rusak. Namun jalur ini juga bisa menjadi alternatif trekking bagi penghobi pendaki. “Pernah ada mahasiswa UIN yang menjelajah dan ada pengunjung Bali yang datang ke sini sengaja karena membaca di medsos,” imbuhnya. (Heruzubaidi/Lombok Barat)
Share:

Hj. Niken Widyawati Saptarini Zulkieflimansyah Minta Penata Rias Sasak Terus Belajar

Ketua TP PKK NTB Hj. Niken Widyawati Saptarini Widyaningsih meninjau pelaksanaan uji kompetensi pengantin Sasak baku di BPPAUD, Minggu (13/1/2019).

KETUA Tim Penggerak (TP) PKK NTB Hj. Niken Widyawati Saptarini Widyaningsih, SE., MSc., meminta piñata rias Sasak terus belajar dan meningkatkan kemampuan di bidang tata rias.  Peningkatan kemampuan bisa dilakukan lewat pelatihan dan mengikuti uji kompetensi, sehingga mampu bersaing dengan penata rias yang lain.


"Saudara-saudara harus terus belajar dan terus meningkatkan kemampuan dalam bidang ini. Marilah kita ajak kaum perempuan yang lain, utamanya remaja untuk ikut pelatihan dan selanjutnya mengikuti proses uji kompetensi sebagaimana hari ini, agar perempuan Nusa Tenggara Barat semuanya berdaya saing,"  ujarnya meninjau pelaksanaan uji kompetensi tata rias pengantin Sasak Baku di Gedung BPPAUD, Mataram, Minggu (13/1/2019).

Setelah pelaksanaan uji kompetensi, ujarnya, mampu menghadirkan penata rias pengantin Sasak baku yang berkompeten. Istri Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., MSc., ini memberikan apresiasi terhadap penyelenggara dan peserta uji kompetensi, karena mampu memberikan kesempatan pada remaja, khususnya kaum perempuan memiliki sertifikat kompetensi dalam tata rias. Selain itu, uji sertifikasi dan kompetensi ini, sebagai bukti akan kapasitas dan kompetensi dalam tata rias pengantin Sasak baku.


Pihaknya berharap uji kompetensi ini akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat NTB dan bisa dilaksanakan juga di Pulau Sumbawa.

Sementara Ketua Tim Uji Kompetensi Hj. Titik Suharto, menjelaskan, pelaksanaan uji kompetensi tata rias diikuti 200 peserta yang didaftarkan dari seluruh Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) kabupaten kota se Pulau lombok, yang diselenggarakan oleh Tempat Uji Kompetensi Endah salon. ‘’Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melihat kemampuan tata rias pengantin Sasak baku, sehingga diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru di Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini bersifat kontinyu yang telah dilaksanakan selama10 tahun," ujarnya. (Marham)

Share:

Friday, 11 January 2019

Hasil Sangkep Warige, Bau Nyale 2019 di Lombok Tengah Tanggal 24 - 25 Februari

Acara rapat adat yang digelar tokoh masyarakat dan adat Loteng bagian selatan, Kamis (10/1/2019) untuk menetapkan pelaksanaan Bau Nyale bulan Februari 2019.

Pelaksanaan event Bau Nyale tahun ini direncanakan bakal digelar pada tanggal 24-25 Februari 2019. Keputusan ini diambil dalam Sangkep Warige (rapat adat) yang diikuti perwakilan pemuka dan tokoh adat masyarakat Lombok Tengah (Loteng) bagian selatan yang berlangsung di Desa Adat Ende Desa Sengkol Kecamatan Pujut, Kamis (10/1/2019). Rapat adat ini dipimpin langsung Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Loteng, H.L. Putria. 

Proses penetapan waktu pelaksanaan event yang kini masuk sepuluh besar kalender event nasional sempat berjalan alot. Pada awal pembahasan muncul dua opsi pelaksanaan Bau Nyale, yakni tanggal 23-24 Februari dan tanggal 25-26 Februari. Para tokoh dan pemuka adat sempat bersikeras dengan pendapat masing-masing. 

Sebagai jalan tengah, akhirnya diambil waktu yang mengakomodir kedua opsi tanggal 24-25 Februari. "Jadi setelah melalui proses pembahasan yang cukup alat, event Bau Nyale ditetapkan pada hari Minggu dan Senin, tanggal 24-25 Februari mendatang," tegas Camat Pujut, L. Sungkul. 



Ia menjelaskan, dalam penetapan waktu pelaksanaan Bau Nyale tidak sembarangan, tapi harus melalui pertemuan adat. Selain itu, dengan memperhatikan pergerakan bintang rowot yang menjadi dasar penanggalan suku Sasak di Loteng. Di mana jika merujuk penanggalan Sasak, Bau Nyale dilaksanakan pada tanggal 20 bulan 10 penanggalan Sasak. 


Di tempat yang sama, Kepala Disparbud Loteng, H. L. Putria, keputusan ini akan segera dilaporkan ke Bupati dan Wabup Loteng dan dipastikan tidak akan ada dualisme waktu pelaksanaan Bau Nyale seperti tahun sebelumnya, karena untuk penetapan tanggal pelaksanaan Bau Nyale kali ini, semua perwakilan elemen masyarakat Loteng bagian selatan diundang lengkap. 

"Ini keputusan bersama semua secara adat. Tidak boleh ada yang menggelar Bau Nyale selain tanggal yang ditetapkan. Kalau ada, mereka akan diberikan sanksi adat," tegasnya. 

Pihaknya pun berharap pelaksanaan Bau Nyale tahun ini bisa berjalan lebik baik dari tahun sebelumnya. Untuk itu, persiapan akan segera dilakukan supaya pada pelaksanaannya benar-benar maksimal seperti yang diharapkan. Terlebih kelas event Bau Nyale tahun ini sudah masuk kalender event utama nasional.

Karena sudah masuk event nasional, maka penanggung jawab pelaksanaannya nanti ada di tangan pemerintah pusat bersama pemerintah provinsi. Pemerintah kabupaten dalam hal ini hanya sebagai pendukung pelaksanaannya saja.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, H.L.M.Faozal, S.Sos.M.Si., menjelaskan total ada sekitar tujuh kegiatan yang akan digelar untuk mendukung gelaran event Bau Nyale. Itu belum termasuk kegiatan pendukung yang disiapkan oleh pemerintah kabupaten. "Untuk kegiatan utamanya ada tujuh event yang dilaksanakan. Ditambah kegiatan pendukung yang disiapkan oleh pemerintah kabupaten," tandasnya. (Munakir/Suara NTB)

Share:

VISITOR

YANG SAYANG ANDA LEWATKAN

Blog Archive