Be Your Inspiration

Friday, 10 February 2017

Garuda akan Buka Lombok-Guangzhou, Gubernur NTB Harap Lombok-Jeddah

Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi menerima cinderamata dari General Manager Garuda Indonesia Mataram Mochammad Yansuerio di ruang kerjanya, Jumat (10/2/2016)

Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. TGH.M.Zainul Majdi berharap Garuda Indonesia dapat membuka rute penerbangan langsung Lombok-Jeddah untuk mengakomodir jemaah umroh asal NTB. Selama ini, warga muslim NTB yang akan berangkat menunaikan ibadah umroh ke tanah suci Mekkah harus transit dulu melalui Denpasar, Surabaya, atau Jakarta. Maka jika harapan ini dapat segera terwujud, tentu menjadi kabar baik bagi pelanggan Garuda Indonesia, khususnya warga NTB.  Harapan itu diungkap Gubernur saat menerima General Manager Garuda Indonesia Mataram, Mochammad Yansuerio yang berkunjung ke ruang kerjanya, Jumat ( 10/2/2017) pagi.

Yansuero saat itu menuturkan, Lombok-Sumbawa kian hari kian dikenal di tingkat nasional maupun mancanegara. Hal  ini menjadi pertimbangan pihaknya untuk menambah frekuensi  penerbangan pada beberapa rute. Pihak manajemen Garuda menilai pangsa pasar wisatawan mancanegara asal Cina yang berkunjung ke NTB kian hari kian meningkat jumlahnya, sehingga untuk mengakomodir market dari Cina itu, dalam waktu dekat, Garuda akan membuka penerbangan langsung Lombok-Guangzhou dengan frekuensi penerbangan 2x seminggu.

Sementara untuk rute domestik, Garuda juga akan menambah frekuensi penerbangan rute Lombok-Yogya dan Lombok Ujungpandang, dari sekali seminggu menjadi dua kali seminggu. Demikian juga dengan rute Lombok-Surabaya dan Lombok-Jakarta yang okupansinya mencapai 80-85 %, juga direncanakan akan ditambah frekuensinya.  

Pihak managemen PT.Garuda Indonesia diakui Yansuero sangat peduli akan peningkatan perekonomian NTB. “Hubungan yang ingin kami bangun dengan Pemerintah dan masyarakat NTB tidak semata kepentingan bisnis semata, tapi kami juga ingin turut memajukan daerah NTB,” ungkapnya.

Untuk itu, musim haji tahun ini Garuda akan melibatkan putra putri daerah NTB sebagai kru pesawatnya. “Kita rencanakan 60-70% kru pesawat yang akan melayani jemaah calon haji asal NTB adalah putra putri daerah, yang menguasai kebiasaan, adat dan bahasa daerah setempat, sehingga akan memaksimalkan pelayanan kepada jemaah haji.” Bulan maret ini akan mulai dilaksanakan tes recruitment untuk itu.

Gubernur menilai anak-anak muda di daerah sudah semakin terbuka wawasannya. ada keinginan dan mau belajar, serta memenuhi persyaratan untuk itu.” Saya menyambut baik serta berharap niat baik Garuda segera terealisasi,” ujarnya optimis. (Marham/Rilis Humas NTB)



Share:

Penyeberangan Bali-Gili Ditutup Sementara, Kunjungan Wisatawan Menurun

Wisatawan mancanegara dari tiga Gili saat balik ke Bali menggunakan jalur laut di Pelabuhan Lembar. Penyeberangan Bali-Gili ditutup sementara karena cuaca buruk.

Tingginya gelombang air laut di wilayah perairan Selat Lombok, memaksa Syahbandar Pelabuhan Bangsal menghentikan sementara aktivitas penyeberangan. Akses penyeberangan menuju tiga gili di Kabupaten Lombok Utara itu – Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air – ditutup hingga Jumat (10/2/2017).
Akibatnya, angka kunjungan wisatawan ke Gili Trawangan mengalami penurunan. Akses penyeberangan dari pelabuhan yang terletak di kawasan Pemenang itu ditutup sejak, Kamis (9/2/2017). Pelayanan di pelabuhan setempat akan dibuka kembali Sabtu (11/2/2017), jika cuaca telah membaik dan gelombang sudah reda.
“Kunjungan wisatawan di Trawangan mengalami penurunan sejak ditutupnya akses penyeberangan. Kami belum berani pastikan berapa persen angka penurunannya,” beber Acok Zani Bassok, Ketua Asosiasi Pengusaha Gili Trawangan (AGPT) di Mataram, Kamis (9/2/2017).

Banyak turis yang membatalkan kunjungan mereka menuju Gili Trawangan. Angka kunjungan diperkirakan meningkat kembali pada Sabtu, akhir pekan ini. Sebab, selain menjadi momen perayaan valentine, akhir pekan besok akan menjadi kesempatan untuk konser Ariel Noah di Hotel Ombak Sunset, Gili Trawangan.


Wisatawan baru tiba di Gili Trawangan Lombok Utara
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Drs. L. Bayu Windia membenarkan informasi seputar penutupan akses penyeberangan. Menurutnya, upaya penutupan merupakan bentuk tindak lanjut pengelola pelabuhan atas informasi prakiraan cuara dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Iya betul. Ditutup karena faktor cuaca,” ujar Mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) ini, Kamis sore.
Pihaknya menegaskan, pelayanan di pelabuhan dan aktivitas penyeberangan akan dibuka kembali setelah cuaca kembali membaik. Pihaknya tidak memastikan sampai kapan aktivitas penyeberangan di pelabuhan akan ditutup sementara. “Sampai cuaca kembali normal,” tegasnya.


Akses penyeberangan laut itu ditutup atas dasar pertimbangan keamanan dan keselamatan penumpang. Para pengusaha penyedia layanan transportasi laut juga disarankan mengedepankan keselamatan penumpang. (Sahmat Darmi)
Share:

Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi Imbau PNS Bayar Tax Amnesty

Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi memeriksa berkas tax amnesty yang harus dibayar di ruang kerjanya, Kamis (9/2/2017)

Gubernur NTB Dr. TGH.M.Zainul Majdi menggunakan haknya sebagai wajib pajak, dengan mengikuti program tax amnesty. Kamis, (9/2/2017) gubernur juga menyampaikan Surat Pernyataan Harta (SPH) serta membayar uang tebusan tambahan langsung melalui Kepala Bidang Kanwil Pajak, Ketut Suardana, yang berkunjung ke ruang kerjanya.

Melalui kesempatan itu, gubernur mengimbau agar seluruh pejabat dan ASN lingkup Pemprov NTB mengikuti program tax amnesty  untuk menghindari pengenaan sanksi pajak di kemudian hari.

Gubernur juga mendorong seluruh kalangan untuk turut andil mensuskseskan program ini. “Mensukseskan program TA berarti turut mensukseskan program pembangunan ekonomi nasional,” katanya.

Seluruh masyarakat, pengusaha dan pejabat publik yang belum melaporkan harta dan kekayaannya diimbau untuk segera melapor melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara negara (LHKPN) atau SPT tahunan. ‘’Masih ada batas waktu  beberapa bulan ke depan,’’ katanya.

Seperti diketahui, tahun ini merupakan periode ketiga pelaksanaan program tax amnesty. Dan periode ini akan berakhir dalam kurun waktu dua bulan ke depan, tepatnya 31 Maret 2017 mendatang. (Marham)
Share:

Gubernur Ingatkan KPID NTB Awasi Konten Pornografi dan Hoax

Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi menerima Komisioner KPID NTB

Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi berpesan, agar di tahun 2017 ini, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB terus mengawal media agar masyarakat memperoleh informasi dari lembaga yang baik. Menurut gubernur, KPID harus lebih fokus menyorot konten siaran, seperti pornografi dan hoax yang akhir-akhir ini semakin marak dan bebas di akses di masyarakat.

“Konten siaran sangat perlu dipantau, karena dapat membentuk sikap dan perilaku manusia,” jelas gubernur saat menerima Ketua KPID, Sukri Aruman dan komisioner KPID NTB di ruang kerjanya, Kamis, (9/2/2017).

Gubernur juga menyebut, KPID yang sejatinya merupakan lembaga independen yang diberi kewenangan, ruang dan kesempatan sesuai amanat Undang-Undang, sehingga harus benar-benar berikhtiar maksimal, agar apa yang menjadi tanggung jawabnya dapat terwujud.

Gubernur juga menyebut, kebebasan mengakses media saat ini sangat rentan menimbulkan dampak yang tidak diharapkan, terutama bagi anak-anak. Padahal, untuk membangun karakter bangsa, harus diikuti dengan penanaman nilai dan budaya yang luhur. KPID diminta harus lebih massif untuk berkampanye melalui media massa, mengingat KPID merupakan instrumen vital yang baik untuk mensuarakan pentingnya pemanfaatan sarana komunikasi dan informasi dengan baik.

Pada kesempatan itu, Gubernur mengajak KPID bersama-sama mengkampanyekan gerakan satu hari tanpa menonton televisi. Ia menilai, saat ini terpaan media, baik media sosial maupun siaran televisi telah memberikan efek adiktif bagi audiensnya.  ‘’Anak- anak sekarang kalau tidak mengakses medsos, pasti akan gelisah. Cenderung mencari “layar”, karena sudah kecanduan,’’ katanya.

Adiksi inilah yang menimbulkan kekhawatirannya, sehingga orang tua juga dituntut lebih cerdas membimbing dan memantau putra putrinya dalam mengakses media. Demikian juga dengan beralihnya kewenangan pengelolaan SMA/SMK sederajat dari pemerintah kabupaten kepada pemerintah provinsi, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, gubernur akan mengeluarkan larangan membawa handphone bagi siswa sekolah menengah ke atas, agar selama (­+) 8 jam berada di sekolah, siswa dapat sepenuhnya berkonsentrasi menerima pelajaran.


Ketua KPID NTB, Sukri Aruman mengungkap persaingan media yang semakin ketat membuat lembaga penyiaran terutama tv kadang  lebih mementingkan aspek bisnis. Karena itu dituntut kesadaran masyarakat untuk turut memantau isi siaran. Partisipasi masyarakat bisa dilakukan dengan melaporkan tayangan tv atau siaran radio yang dinilai melanggar aturan KPI, imbuhnya. (marham)
Share:

Monday, 6 February 2017

Erica Zainul Majdi Canangkan Desa Wisata Sesaot sebagai Kampung Kreatif


 
Ketua TP PKK NTB Hj. Erica Zainul Majdi
KETUA Tim Penggerak PKK NTB Hj. Erica Zainul  Majdi mencanangkan Desa Wisata Sesaot Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat (Lobar), sebagai Kampung Kreatif, Minggu( 5/2). Hadir juga Ketua BKOW NTB Hj. Syamsiah Muh. Amin dan Ketua Dharma Wanita Persatuan NTB, Hj. Ikhsanti Komala Rimbun Rosiady. 

Ketua TP PKK berharap Desa Sesaot   dapat menjadi pendorong tumbuhnya usaha kecil menengah (UKM) melalui kreativitas, inovasi dan usaha di masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan desa wisata. Selain itu, Hj. Erica berharap para pemangku amanah khususnya yang bergerak pada bidang pariwisata dapat selalu menciptakan suasana wisata yang membuat para pengunjungnya merasa betah dan nyaman. Termasuk, tetap menjaga kebersihan. "Kebersihan itu sangat penting, karena bersih itu indah dan merupakan anugerah dari Allah SWT," ujarnya.
Objek Wisata Sesaot Narmada Lombok Barat
Selain pencanangan kampung kreatif, melalui kesempatan itu Ketua TP PKk mengajak masyarakat melakukan aksi bersih cipta pesona wisata. Ia juga menyerahkan bantuan berupa 1.000 bibit pohon, 5 unit terop jualan serta perlengkapan dagang untuk pedagang di tiga desa, masing-masing Desa Sesaot, Desa Pakuan dan Desa Buwun Sejati. (Marham)
Share:

Tibu Tereng, Wisata Alam Alternatif di Lombok Barat

Objek wisata Tibu Tereng yang jadi destinasi wisata baru di Gunungsari Lombok Barat.

MENJELAJAHI Pulau Lombok untuk destinasi wisata alam tidak ada habis-habisnya. Selalu ada tempat wisata yang baru yang bisa dijadikan rencana wisata selanjutnya untuk agenda liburan. Salah satunya adalah wisata alam Tibu Tereng dan Air Terjun Kelambun yang berada di Dusun Batu Kemali, Desa Bukittinggi, Gunungsari, Lombok Barat.
Nama Tibu Tereng dan Air Terjun Kelambun menurut Sadli, salah satu warga sekitar, dinamakan oleh orang dulu. “Nama Tibu Tereng itu karena ada kolamnya dan dikelilingi pohon bambu. Kalau Kelambun, tidak tahu ya karena sudah dikasi nama oleh orang dulu,” katanya saat ditemui, Selasa (24/1/2017).
Tempat wisata ini sudah ada sejak dulu, kata Sadli, tetapi fasilitas berupa tempat parkir dan berugak baru dibuat 2-3 bulan yang lalu. “Dananya dari pemerintah, tetapi tempatnya dikelola sama orang-orang sini,” katanya. Tempat wisata ini, lanjutnya, biasanya ramai pada hari minggu atau saat hari libur.
Pengunjung bisa menelusuri jalan setapak yang sudah bagus untuk mencapai kedua tempat wisata ini. Jika kita berbelok ke kiri, maka kita akan mencapai  Tibu Tereng dan belok kanan akan sampai ke Air Terjun Kelambun. Tibu Tereng ini sendiri berupa kolam yang berada di aliran sungai yang cukup deras. Kolamnya sendiri cukup dalam tetapi cocok untuk berenang ataupun hanya sekedar untuk berfoto ria.
Sedangkan wisata air terjun Kelambun sendiri bisa disusuri dari Tibu Tereng ini dengan mengikuti aliran sungai. Jalan menuju air terjun ini menyusuri kebun dan kita harus menuruni tangga yang terbuat dari kayu untuk mencapai air terjun ini. Air terjun Kelambun sendiri tidak terlalu tinggi, hanya memiliki tinggi 3 – 4 meter dengan adanya kolam di bawahnya yang cocok dijadikan sebagai tempat berenang.
Tempat wisata alam ini berada cukup dekat dengan pusat kota Mataram. Jika dari Mataram, maka bisa belok kiri dari Pasar Sayang-sayang dari arah Rembiga, kemudian tinggal mengikuti jalannya saja. Kondisi jalannya sudah diaspal dan nyaman dilewati, tetapi setelah memasuki kawasan Desa Bukittinggi jalannya mulai berubah, di mana jalannya berupa tanah dan jurang. Berwisata di tempat ini, tersedia warung yang menjual berbagai jajanan dan buah-buahan yang ada di sekitar. (Uul/Ekbis NTB)
Share:

Dusun Rentang, Penghasil Tenun Tradisional Selain Sukarara di Lombok Tengah

Inaq Narsih salah satu penenun di Dusun Rentang Desa Ganti Praya Timur Lombok Tengah

DESA tenun di Lombok Tengah yang paling terkenal adalah di Desa Sukarara yang menjadi tujuan wisata terkenal di kalangan wisatawan. Tetapi, sebenarnya di Desa Ganti Kecamatan Praya Timur tepatnya di Dusun Rentang juga dikenal sebagai desa tenun yang sejarahnya sama lamanya dengan Desa Sukarara.
Berbeda dengan Sukarara, dusun ini belum dikenal oleh wisatawan sebagai tujuan wisata. Menurut Kepala Dusun Rentang Desa Ganti H. Mutawalli, dusun ini mulai dikenal sebagai desa tenun sejak tahun 2008/2009. “Kalau menenunnya sudah ada dari dulu, tetapi dikenalnya sejak ada pegawai Dinas Pariwisata kabupaten yang membawa produk tenun dari sini untuk promosi ke Kuta dan lainnya. Diresmikan jadi desa tenun yaitu sejak tahun 2011,” tuturnya saat ditemui Ekbis NTB, Kamis (2/2/2017).
Hasil Tenun di Dusun Rentang Desa Ganti Praya Timur Lombok Tengah 

Menurutnya, di Desa Ganti ada 4 dusun yang menjadi sentra tenun, yaitu Rentang, Matek Maling, Gantar dan Batu Rintang. Motif kain tenun yang dibuat beragam, seperti opak-opak, lepang, kembang garis, anggrek dan lainnya.  Motif opak-opak dibuat sepasang yang kemudian nantinya disambung menjadi 1 kain.
Mutawalli mengatakan bahwa biasanya penenun di dusunnya menjual kain tenun pada para pengepul atau ke art shop di dusun Matek Maling. Hasil tenunan dusun Rentang ini banyak dibawa pengepul ke pasar atau dijual di artshop.
“Di Sukarara juga banyak yang ngambil di sini, bisa 3 kali seminggu kirimnya ke sana,” terang Mutawalli.
Harga yang murah ini, lanjutnya, diakibatkan ketidaktahuan penenun tentang harga jual tenun di luar sana.”Ini juga karena pemasarannya yang tidak pasti, penenun hanya menjualnya ke pengepul saja,” terangnya.
Hasil Tenun Dusun Rentang Desa Ganti Lombok Tengah

Pemerintah daerah sebenarnya berencana membangun artshop di Dusun Rentang. “Tetapi belum menemukan tempat yang cocok, kalau ada yang cocok harganya yang belum pas,” kata Mutawalli. Untuk itu, ia mengharapkan nantinya Dusun Rentang bisa dikenal luas, sehingga bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke dusunnya.
Sementara salah satu penenun, Inaq Narsih, di Dusun Rentang bisa buat semua motif, asal dibawakan gambarnya seperti apa. Selain itu, motif tenun juga berasal dari kreasi penenun sendiri.
Tenunan yang dibuat di dusun ini berukuran 2 meter dengan waktu pengerjaan bervariasi tergantung motif. “Motif opak-opak dan lepang itu 3 hari bisa jadi 2 meter. Jika motifnya lebih rumit bisa sampai 2 minggu pengerjaan,” kata Inaq Narsih.
Waktu pengerjaan yang lama juga diakibatkan jika penenun melakukan pekerjaan lain seperti ke sawah, terutama saat musim tanam dan panen.
Harga kain tenun di dusun ini bisa dibilang lebih murah dibandingkan dengan yang di Sukarara. Inaq Narsih menjelaskan harga per kain hanya Rp 80 ribu/kain untuk motif biasa, tetapi bisa mencapai Rp 250 – 500 ribu/kain untuk motif yang lebih rumit. “Kalau ada turis ke sini, baru jualnya Rp 400 – 700 ribu,” katanya. (uul/Ekbis NTB)
Share:

Kerajinan Kulit dan Kuningan Kreasi Hasil Siswa SLB Dharma Wanita Provinsi NTB

- Pembina keterampilan SLB Dharma Wanita Provinsi NTB Sukirin menunjukkan hasil kreasi siswa SLB yang terbuat dari kuningan

Anak-anak berkebutuhan khusus selama ini selalu mendapat stigma negatif dari masyarakat umum, karena ketidakmampuan mereka. Padahal banyak anak berkebutuhan khusus yang memiliki keterampilan atau bakat yang tidak kalah dengan orang normal lainnya. Seperti apa keterampilan dan bakat yang dimiliki?
SLB Dharma Wanita Provinsi NTB yang berada di Jalan Transmigrasi Majeluk Mataram, mengajarkan pelajaran keterampilan yang dapat berguna bagi anak-anak didiknya setelah lulus nanti. Salah satunya adalah keterampilan kerajinan kulit, kuningan dan keset.
Menurut pembina pelajaran keterampilan ini, Sukirin S.Pd, pelajaran keterampilan sudah diajarkan di SLB ini sejak tahun 1980 saat SLB baru berdiri. “Tetapi untuk keterampilan kuningan baru ada tahun 2002, yang keset sejak tahun 2011, dan griya kulit sejak tahun 2015,” terangnya saat ditemui Ekbis NTB, Senin (23/1/2017).
“Dari griya kulit ini anak-anak bisa membuat ikat pinggang, gantungan kunci, dan dompet. Kalau yang kuningan bisa membuat hiasan dinding kaligrafi, tulisan arab, miniatur kereta kencana dan lainnya,” jelas Sukirin. Keterampilan griya kulit ini, katanya, dipelajarinya di Yogyakarta yang kemudian diajarkannya kembali ke anak-anak didiknya. “Anak-anak SLB banyak yang tertarik di keteramipilan griya kulit dan kuningan ini karena bentuknya gambar,” jelas Sukirin.
Gantungan kunci hasil kreasi siswa SLB Dharma Wanita Provinsi NTB

Sedangkan untuk keset, banyak juga yang tertarik, karena cara pembuatannya yang mudah. “Saya menemukan alat pembuat keset yang gampang untuk anak-anak SLB kerjakan. Alatnya juga sudah banyak beredar di hampir seluruh Indonesia. Harganya Rp 2,5 juta,” terangnya. Penggunaannya yang mudah dan bisa menghasilkan keset dalam waktu yang tidak terlalu lama. “Dalam 1 jam bisa jadi 1 keset ukuran 40 x 60 cm. Satu kali pertemuan bisa jadi 2 keset,” lanjutnya.
Peminat mata pelajaran keterampilan ini sendiri cukup banyak. “Untuk kuningan ada 4 orang, yang kulit ada 3 orang dan keset ada 4 orang. Dulu banyak peminatnya, tetapi dibagi dengan keterampilan lain soalnya ada banyak keterampilan lain yang diajarkan di sini,” terangnya.
Bahan baku kerajinan ini didatangkan dari berbagai daerah, seperti Solo untuk kain perca pembuatan keset, kuningan dari Surabaya, dan kulit dari Yogyakarta.

Harga yang ditawarkan untuk produk kerajinan yang dibuat anak-anak SLB Dharma Wanita sendiri bervariasi. Untuk keset dihargai sebesar Rp 40 ribu, ikat pinggang dari kulit kambing seharga Rp 200 ribu, kaligrafi ukuran 30 x 40 cm seharga Rp 250 – 300 ribu dan hiasan dinding tulisan Arab dihargai Rp 3,5 juta. Pemasaran produk ini hanya dijual di dalam area sekolah saja. “Belum diedarkan di luar. Tetapi ini sudah banyak laku, karena kalau ada kunjungan ke sini pasti banyak yang laku kerajinan ini,” kata Sukirin.
Dengan diajarkannya keterampilan ini, Sukirin berharap anak-anak SLB nantinya dapat memiliki keterampilan yang mereka gunakan untuk bekerja. “Ada anak SLB di Praya yang bisa buat keset ini, setelah lulus dia pinjam alatnya di sekolah, karena belum bisa beli dan hasilnya dijual sendiri,”ceritanya.
Ia juga berencana membuka galeri kerja SLB Dharma Wanita ini terbuka untuk umum dengan membuka toko sekaligus memamerkan kerajinan-kerajinan anak-anak SLB. (uul/Ekbis NTB)
Share:

VISITOR

YANG SAYANG ANDA LEWATKAN

Blog Archive