![]() |
Petani di KLU sedang memetik kopi. Potensi kopi di NTB cukup besar, namun belum mampu memenuhi pesanan pengusaha yang cukup banyak, sehingga harus mendatangkan kopi dari luar daerah. |
MESKI NTB dikenal sebagai salah satu penghasil kopi di Indonesia. Bahkan, kopi asal NTB juga diekspor ke beberapa negara. Namun, kebutuhan kopi di NTB terus meningkat, sehingga banyak tempat angkringan atau warung kopi yang kehabisan stok kopi.
Bahkan, dalam memenuhi kebutuhan kopi bagi para pengunjung
atau wisatawan di NTB,terutama saat event-event berskala besar, seperti World
Superbike (WSBK), Motocross Grand Prix (MXGP), MotoGP, pengusaha kopi lokal
harus mendatangkan kopi dari luar NTB.
‘’Seiring dengan dunia pariwisata sekarang, mari kita
perbanyak petani kopi perbanyak menanam kopi, meningkatkan kualitas kopi dari
hulu sampai hilir. Apalagi adanya event-event ini kan kopi lokal kurang
terpaksa ngambil kopi-kopi luar, seperti dari Kintamani, Bali dari Ijen, Sumatera
hingga Jawa Tengah,’’ ungkap Sekretaris Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) Provinsi
NTB M. Huzaini Areka, Selasa, 13 Juni 2023.
Menurutnya, saat ada event internasional di NTB, pengusaha
diharap tidak terlalu kaku dalam menyiapkan kopi bagi para pengunjung. Apalagi,
para penikmat kopi ingin merasakan sensasi saat minum kopi. Selain minum kopi
khas NTB, mereka juga butuh menikmati dari luar, seperti dari Bali, Flores,
Pulau Jawa, Sulawesi dan lainnya . ‘‘Tapi tetap kita menjadi kopi wajibnya
adalah kopi lokal, baik yang Kopi Tepal, Kopi Tambora, Sembalun dan lainnya,’’
terangnya.
Mantan anggota DPRD NTB ini mengakui, jika kopi NTB secara
umum sangat diminati, sehingga para pengusaha kopi sering kehabisan stok. Dalam
mensiasati hal ini, pihaknya terpaksa mendatangkan kopi dari luar daerah,
karena setiap ada pasokan kopi dari petani, selalu habis.
‘’Itu sangat diminati oleh semua orang, baik orang kita
lokal maupun orang luar, bahkan luar negeri. Stoknya selalu habis, sudah habis
sudah diborong. Diborong oleh kita sendiri, para pelancong, bisnis online
order, sehingga kita sendiri (pengusaha, red) sering kekurangan,’’ akunya.
Untuk itu, pihaknya berharap pada pemerintah daerah supaya
bisa menyiapkan kopi yang selalu siap setiap saat. Dalam hal ini, pemerintah perbanyak
petani menanam kopi dan menambah luas penanaman. Apalagi NTB sangat subur untuk
menanam kopi, baik dari ketinggian mdpl 200, sampai dengan mdpl 2.000 belum
tergarap.
‘’Satu-satunya cara adalah pemerintah harus intervensi tidak
bisa mengharapkan natural dari petani sendiri. Pemerintah harus punya gerakan. Misalnya
buat gerakan menanam sejuta pohon kopi . Kita berkolaborasi dengan Asosiasi
kopi Indonesia NTB, Dinas Pertanian petani dan lainnya, kalau sudah itu nah
baru aman,’’ klaimnya.
Memperbanyak menanam kopi ini penting dilakukan, karena NTB
memiliki banyak event berskala internasional, sehingga membutuhkan banyak kopi.
Hal ini juga merupakan peluang besar bagi petani dan juga pengusaha lokal dalam
memanfaatkan potensi yang ada. (Marham)
0 komentar:
Post a Comment