![]() |
Seorang wisatawan tengah menikmati pemandangan
Air Terjun Panca Saneo yang ada di Kabupaten Dompu.
|
Air
Terjun Panca Saneo merupakan salah satu destinasi wisata yang masih alami di
Kabupaten Dompu. Air terjun ini banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal karena
cocok untuk dinikmati bersama orang terdekat. Kesegaran alamnya membuat banyak
wisatawan ingin berkunjung kembali.
Air
Terjun Panca Saneo berada di Desa Saneo Kecamatan Woja Kabupaten Dompu. Air
Terjun Panca ini terkenal dengan ketinggiannya yang mencapai 75 Meter.
Air Terjun Panca juga terkenal dengan airnya yang dingin dan menyegarkan.
Ketinggian dari air terjun ini menjadi pemandangan tak terlupakan bagi
wisatawan yang datang.
Setiap
Akhir Pekan, Air Terjun ini ramai dikunjungi oleh wisatan domestik baik di
Dompu maupun yang di luar Dompu sendiri. Selain terkenal dengan
ketinggian airnya, air terjun ini juga menawarkan keindahan alamnya yang asri
dan kesejukan alamnya. Bagaiamana tidak, keberadaan air terjun ini berada di
tengah hutan yang menawarkan kepada wisatawam untuk berwisata lama-lama
air.
"Kalau
orang Dompu hampir sudah tahu semua tentang Air Terjun Panca. Karena
ketinggiannya dan suasananya yang masih asri dan alami," kata salah
seorang warga Dompu M. Ikhsan, di Mataram, Selasa (2/1/2018).
Ia
mengatakan bahwa setiap Sabtu dan Minggu banyak wisatawan yang datang
berkunjung. Letaknya yang berada di dalam hutan menjadi tantangan tersendiri
bagi wisatawan. Wisatawan juga dapat menikmati perjalanannya menuju air terjun
ini.
"Kalau
akhir pekan memang banyak yang datang. Karena air terjun ini sudah terkenal,
terutama di kalangan anak muda," ujarnya.
Perjalanan
untuk dapat sampai pada air terjun Indonesia, wisatawan harus melalui jalan
yang sedikit menguras tenaga. Keadaan medan jalan yang masih alami ini
dikarenakan belum adanya akses jalan yang mudah untuk dilalui. Sehingga
tidak heran jika wisatawan yang berkunjung adalah wisatawan yang menyukai
tantangan.
Wisatawan
juga harus menyiapkan uang sebesar Rp 10.000 untuk retribusi parkir. Karena
pemuda yang berada di Desa Saneo mengambil inisiatif untuk menjaga dan
mengamankan kendaraan wisatawan. Retribusi parkir ini hanya berlaku pada
akhir pekan yaitu hari Sabtu dan Minggu,
"Disana
itu tidak ada pedagang makanan. Jadi harus bawa sendiri, di sana juga tidak ada
petugas kebersihan, jadi harus bawa sampahnya kembali," ujarnya. (Linggauni/Suara NTB)
0 komentar:
Post a Comment