![]() |
Sejumlah laki-laki membawa alat musik berupa gendang beleq untuk Tari Kecodak. (Dokumentasi Lombok Network Holidays)
|
Tari Kecodak atau biasa disebut sebagai
Tari Oncer merupakan salah satu kesenian asli masyarakat Lombok. Sayangnya
kesenian ini kian dilupakan, karena digerus oleh perkembangan zaman yang semakin
modern. Bahkan generasi muda tidak banyak yang tahu tentang tarian ini.
Tari Kecodak ini ditemukan dan
dikembangkan oleh masyarakat Desa Karang Pasangan, Kecamatan
Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Tari kecodak menggambarkan tentang peperangan
yang dilakukan oleh dua orang kesatria yang sama-sama kuat dan perkasa.
Pertunjukan Tari Kecodak dibagi menjadi empat bagian, yaitu Tari Bendera, Tari
Gendang, Tari Copeh dan Lawakan.
Salah satu warga Kabupaten Lombok Utara
Intan Nur Indraini mengaku bahwa dirinya tidak tahu tentang Tari Kecodak.
Bahkan ia belum pernah mendengar nama tarian itu sebelumnya. Hal yang sama juga
diungkapkan Andika. Ia mengaku belum pernah melihat Tari Kecodak
sebelumnya.
“Saya hanya tahu Tari Rudat sebagai
salah satu kesenian orang Lombok. Kalau Tari Kecodak, saya belum pernah lihat,”
akunya, di Mataram, Senin (15/1/2018).
Dilansir dari Ditjen Kebudayaan RI,
bahwa Tari Kecodak hanya dilakukan oleh kaum laki-laki. Baik sebagai penari
maupun pemain waditra. Sedangkan, pertunjukannya biasanya diadakan di halaman
rumah atau tempat tertentu yang agak luas pada saat ada upacara-upacara.
Seperti perkawinan, penyambutan tamu, panen raya dan memperingati hari-hari
besar nasional.
Peralatan musik yang digunakan untuk
mengiringi Tari Kecodak diantaranya adalah sebuah petuk, sebuah
oncer, empat buah teropong, tujuh pasang ceng-ceng yang terdiri dari enam
pasang berukuran kecil dan satu pasang besar dan dua buah gendang besar yang
terbuat dari kayu tap. Sedangkan busana yang dikenakan oleh penari adalah ikat
kepala, baju berwarna hitam, celana seukuran tiga perempat, leang yang terbuat
dari songket dan garus mungkur.
Pertunjukan Tari Kecodak diawali dengan Tari
Bendera atau tari panji-panji yang dibawakan oleh dua orang penari. Dalam
tarian ini gerakan-gerakan yang dilakukan hanyalah berbaris berbanjar dan
melangkah maju-mundur. Sambil melakukan gerakan-gerakan tersebut, kedua kaki
diangkat, berputar mundur atau jalan di tempat.
Setelah itu, kedua penari tadi akan
berjajar sambil menyandang gendang besar di perut untuk menarikan tari gendang.
Pada tarian ini gerakan-gerakan yang dilakukan diantaranya adalah menari sambil
menepak gendang, membuat formasi saling berhadapan, berputar dengan satu kaki
diangkat, meloncat, dan saling mendesak seakan-akan sedang terjadi pergulatan
atau saling baku hantam.
Dalam “perkelahian” tersebut, secara
bergantian mereka seakan-akan ada yang kalah dan ada yang menang. Pihak yang
kalah akan berada dalam posisi jongkok, sementara pihak yang menang akan
mengelilinginya sambil memukul gendang. Setelah melaksanakan gilirannya, mereka
akan kembali pada posisi semula dan kemudian berjalan berjajar meninggalkan
arena. (Linggauni/Suara NTB)
1 komentar:
Terimakasih kak sudah nulis tentang artikel ini. sangat membantu banget setelah membacanya.
jangan lupa kunjungi website kami yang di tidak kalah menarik juga ya dibawah ini
Berikut link Harga Tiket wisata dari beberapa tempat wisata di indonesia .
Harga Tiket The Lodge Maribaya
Harga Tiket Taman Legenda Keong Mas
Virtual Tour Indonesia
Harga Tiket agung fantasi waterpark
Harga Tiket watersplash darmawangsa
Harga Tiket rinjani waterpark
Harga Tiket Go splash panjibuwono
Virtual Tour Indonesia
Post a Comment