![]() |
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi di KEK Mandalika, Rabu (25/7/2018) |
INVESTOR asal Prancis, Vinci telah mencapai kata sepakat
dengan pihak Indonesia Tourism
Development Corporation (ITDC)
terkait rencana pembangunan sirkuit moto GP beserta fasilitas pendukung lainnya
di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Dengan telah ditandatangani Land Utility Development Agreement (LUDA) antara kedua belah
pihak. Dengan nilai investasi diperkirakan mencapai hingga Rp6 triliun lebih.
‘’LUDA untuk pembangunan sirkuit Moto GP di kawasan
Mandalika sudah ditandatangani sekitar tiga hari yang lalu,’’ ujar Deputi
Project Director The Mandalika ITDC, H. Adi Sujono, di sela-sela penyambutan
Torch Relay api obor Asian Games di Pantai Kuta, Rabu (25/7/2018).
Dengan telah ditandatanganinya LUDA antara Vinci selaku
investor dengan ITDC selaku pengelola kawasan Mandalika, bisa dipastikan
sirkuit Moto GP bakal dibangun. Karena pembangunan fisik baru bisa dilakukan
kalau LUDA sudah ditandatangani. ‘’LUDA
itu kesepakatan terakhir sebelum kegiatan fisik pembangunan dimulai,’’ terangnya.
Disinggung kapan rencana pembangunan sirkuit akan dimulai? Adi
menegaskan dalam tahun ini juga. Karena aturanya, begitu LUDA ditandatangani
maka pembangunan fisik sudah harus dimulai. Jika tidak, ada sanksi tersendiri
bagi pihak yang tidak bisa memenuhi kesepakatan.
Adi menjelaskan, sirkuit Moto GP itu sendiri nantinya akan
dibangun di dalam kawasan seluas 120 hektar. Dengan panjang track sekitar 4 km.
Di mana saat ini, untuk badan jalan sudah dibuat oleh ITDC. Tinggal kemudian, dilanjutkan oleh pihak
investor.
Selain jalur balapan, di kawasan tersebut nantinya juga akan
dibangun sejumlah fasilitas pendukung. Mulai dari gedung pertemuan. Termasuk
fasilitas hotel yang nantinya bisa menunjang aktivitas balapan Moto GP. ‘’Jadi
dengan investasi yang begitu besar tersebut, selain jalan juga akan dibangun
fasilitas penunjang lainnya,’’ tambah Adi.
Untuk jalur balapan sendiri, nantinya tidak permanen. Karena
jalan tersebut nantinya bisa digunakan untuk jalan umum. Ketika tidak ada
balapan. ‘’Kita tinggal tunggu waktu saja,’’ pungkasnya. (Munakir/Lombok Tengah)
0 komentar:
Post a Comment