Be Your Inspiration

Tuesday, 5 February 2019

Aisyah Odist, Perintis Zero Waste NTB

Aisyah Odist menunjukkan tas berbahan ban dalam bekas. Tas ini diekspor ke beberapa negara di Eropa dan Amerika

SAMPAH tak selamanya membawa petaka. Bagi mereka yang kreatif dan punya ide-ide besar, sampah adalah berkah. Kreativitas mengolah sampah bisa dilakukan tanpa batas. Bahkan sebagian besar orang yang bergelut menangani sampah ini menjadi jutawan.


Adalah Siti Aisyah, dari Bank Sampah  NTB Mandiri bisa melakukannya. Bahkan ia menjadi eksportir hasil-hasil kerajinan dari sampah yang selama ini dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Bank Sampah NTB Mandiri yang berbasis di ujung gang Kantor PLN Area Mataram atau Lingkungan Selaparang, Kelurahan Banjar, Ampenan telah sejak berdiri beberapa tahun lalu. Pola yang dikembangkan Bank Sampah NTB Mandiri ini bahkan telah menjadi sistem menuju Zero Waste atau NTB bebas sampah sejak lama.

NTB Zero Waste menjadi cita-cita dan program besar Gubernur dan Wakil Gubernur, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., MSc., dan  Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, MPd. Sejatinya, program ini juga telah lama dikembangkan oleh Siti Aisyah. Meskipun, lingkupnya sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

Mengunjungi Bank Sampah NTB Mandiri. Kita dapat menjumpai beragam produk turunan yang dihasilkan oleh tangan-tangan kreatif di bawah brand Eco Lombok Craft. Sampah disulap menjadi tas, taplak meja, gantungan kunci, tempat tisu, tikar, bahkan keranjang sampah. Harga jualnya boleh dibilang menggiurkan. Dari puluhan ribu, hingga jutaan rupiah untuk satu produk.

Empat orang yang dipekerjakan di Eco Lombok Craft terlihat sibuk menyelesaikan tugasnya masing-masing saat Ekbis NTB berkunjung akhir pekan kemarin. Ada yang memilah-milah sampah, ada yang menggunting, ada yang melipat, ada juga yang menjahitnya.
Kerajinan dari sampah hasil karya Aisyah Odist
Hingga terbentuklah sebuah produk hasil kerajinan. Umumnya, sampah yang diolah di sini adalah sampah dari bungkus plastik. Ada juga dari botol-botol, baik botol plastik maupun botol kaca. Ada juga sampah dari bungkus semen dan ban dalam bekas.


Hebatnya, mereka yang menjadi motor penggerak yang terlibat dalam aktivitas mengolah sampah menjadi rupiah ini umumnya perempuan. Rata-rata adalah penyandang disabilitas. Dari ketekunan mereka, lahirnya produk-produk sampah bernilai jual tinggi.

Tentu sampah tidak murni diolah dari komponen bahan baku sampah. Para kreator ini memadukan bahan-bahan lain menjadi sebuah produk bernilai jual tinggi.

Siti Aisyah atau lebih dikenal dengan nama Aisyah Odist menyebut, sampah adalah nol. Jika dilihat sebagai sampah, dia tetap akan menjadi nol. Maka, diperlukan ide untuk menjadikan angka di atas nol. Misalnya, botol dapat dilukis warna –warni agar ia menjadi botol unik untuk pot atau hiasan.
‘’Sehingga sampah ini dijual dalam bentuk ide dan kreativitas. Tidak dijual dalam bentuk sampah.  Harganya sama saja nol,’’ kata pegiat lingkungan ini.

Sampah-sampah ia dapatkan dari masyarakat sekitar. Sebelumnya, ia menerima sampah dari manapun. Lantaran banyaknya sampah yang masuk, lingkup Bank Sampah NTB Mandiri hanya menangani sampah yang disetorkan oleh masyarakat di lingkungan sekitar.

Sekilo sampah yang dalam bentuk plastik dari kemasan sachetan, dihargakan Rp10.000. Hasil penjualan sampah ini dimasukkan ke buku tabungan yang telah dibuatkan. Dapat diambil kapanpun. Dari aktivitas bank sampah ini, omzet yang berputar di angka Rp50-an juta sebulan. Dari perputaran omzet ini juga, beberapa pekerja dari penyandang disabilitas mendapatkan gaji bulanan.


Hasil penjualan produk turunan sampah yang dibuat di Eco Lombok Craft, kemudian dijual di pasar lokal. Bahkan ada yang sudah dipasarkan ke luar negeri. NTB ini menurut Aisyah memiliki potensi pasar yang cukup besar dengan andalan sektor pariwisatanya. Sampahpun bisa dijual, asal dikemas dengan kreatif.
Dompet dari sampah hasil karya Aisyah Odist
Eco Craft Lombok memiliki produk sampah best seller. Ragam tas yang dibuat dari bahan ban dalam bekas. Bentuknya unik, modelnya tak kalah modern. Jangan dibandingkan kekuatannya dengan tas-tas yang dibuat pabrikan. Tas-tas dari ban dalam bekas ini tak nampak lagi seperti ban bekas. Apalagi dilihat sekilas.

Ban dalam bekas di antaranya dibuat menjadi tas pinggang, tas laptop, ada juga tas kamera dan baru dibuat dalam bentuk dompet.  Kata Aisyah, tas-tas inilah itulah yang dipesan oleh pembeli dari beberapa negara di Eropa. Seperti Jamaika, Belanda, Jerman, termasuk juga Australia. Permintaannya rutin. Dalam sekali permintaan, satu pemesan bisa mencapai 80 sampai 100 pcs. Harganya, mulai dari Rp100.000/pcs hingga Rp500.000/pcs.


Tas-tas ini dibuat dengan selera pasar modern. Tetapi tetap terlihat unik. Itulah yang membuat tas dari sampah ini melenggang ke luar negeri.

Tas-tas dari ban bekas  ini dijual tetap atas nama produk Lombok. Aisyah berencana akan mengembangkannya menjadi beragam produk turunan. Proses pembuatannya juga tak memerlukan teknologi yang canggih. Modalnya hanya ide yang kemudian dikombinasikan menjadi sebuah produk hanya dengan bantuan mesin jahit. Ikhtiar Aisyah, melalui karya dan idenya ini, ia ingin mempromosikan Lombok, NTB sebagai daerah pariwisata. Sejauh ini, mereka yang datang dan berbelanja tak jarang adalah bule-bule yang melancong.

Program Zero Waste yang dicanangkan pasangan Zul-Rohmi,  merupakan program hebat. Tetapi harus didukung semua pihak. Menurutnya, ide tersebut harus dilakukan berkelanjutan. Ketika ia hanya menjadi program, maka programnyapun akan berakhir sampai masa kepemimpinan.
Mengajarkan masyarakat untuk sadar akan sampah dan pengolahannya bukan pekerjaan mudah. Karena itu, Aisyah mengatakan harus dibuat menjadi sistem. Salah satunya menjadikan sampah sebagai rupiah melalui Bank Sampah.

‘’Masyarakat, kalau didorong juga akan lebih cepat merespons, diajak secara ekonomis. Caranya tetap sistemnya jual beli dengan konsep Bank Sampah,’’ ujarnya.

Program Zero Waste juga optimis menurutnya bisa dilaksanakan. Dan akan berdampak dalam jangka panjang, tidak sebatas pada program selama dipimpin kepala daerah pencetus ide. Sarannya, penanganan sampah dilakukan dari level pendidikan usia dini. Serta memasukkannya ke dalam kurikulum pendidikan.

‘’Mendidik masyarakat butuh puluhan tahun. Karena itu, harus dibiasakan dan diikat melalui jalur pendidikan. Negara majupun tidak singkat menangani sampah,’’ demikian Aisyah. (Bulkaini/Ekbis NTB)

Share:

Mau Rasakan Sensasi Tas Kresek Ubi Kayu, Hotel Wilsons Gili Trawangan Tempatnya



Karyawan Hotel Wilsons Gili Trawangan menunjukkan tas kresek yang terbuat dari ubi kayu dan tas kresek ini bisa diminum.
Pernahkah kita membayangkan sebuah jus dari minuman bekas kresek yang kita gunakan? Jika tidak, mampirlah di Hotel Wilsons, Gili Trawangan.

Ya, jus itu hasil rendaman kresek yang tidak terpakai. Setelah dipakai, kresek itu dicuci sedikit, lalu direndam di sebuah gelas. Setelah direndam beberapa saat dan kresek terurai menjadi cair, jus kresek siap diminum.


‘’I'Am Not Plastic’’. Demikian tulisan di beberapa contoh kresek berwarna biru muda yang ditunjukkan pemilik Hotel Wilson, Lalu Kurniawan, Sabtu (2/2/2019). Kresek tersebut mulai digunakan di hotel tersebut sejak Desember 2018.

Bukan sembarang kresek, melainkan kresek organik karena terbuat dari bahan baku saripati ubi kayu. Karena mengandung karbohidrat dan tanpa bahan kimia atau pengawet, maka secara otomatis kresek tersebut bisa langsung dikonsumsi.

"Di Gili Trawangan, baru 5 hotel yang sudah memulai menggunakan kresek organik. Saya mengajak kawan-kawan untuk mengubah mindset secara efektif mengurangi sampah," kata Lalu Kusniawan.
Kresek tersebut dibuat oleh salah satu perusahaan di Bali. Sebagai sebuah produk, tentu standarnya sudah ber-SNI.


Sejauh ini, keberadaan kresek tersebut tidak banyak yang tahu. Bagi Kusniawan sendiri, pengalaman menjadi manajer di hotel dan mal di Bali, memberinya ruang informasi untuk lebih awal mengetahui kresek organik itu. "Pemda Bali sendiri baru bulan Januari ini melakukan "campaign" penggunaan kresek organik di hotel-hotel," imbuhnya.

Menurut Kurniawan, Pemda NTB dan Pemda KLU setidaknya sudah bisa memulai kampanye serupa. Yakni penggunaan kresek organik di seluruh perusahaan, terutama hotel. Dengan cara ini, peredaran sampah plastik bisa ditekan.

Apa-apa yang berbau organik, sudah pasti ada "harganya". Demikian pula kresek organik ini. Kresek ini lebih mahal dari kresek plastik. Tidak disebutkan harganya, tetapi cost yang dikeluarkan sedikit berat bagi kalangan rumah tangga.


"Memang dari segi harga lebih tinggi dari kresek plastik, tetapi saya menerapkan kompensasi charge ke tamu hotel," ujarnya.

Charge kepada tamu hotel dimaksud dibebankan langsung dalam cost room atau cost of boot Sells. Namun tidak sembarangan Wilson menaikkan tarif. Meski Cost room sedikit lebih tinggi, tetapi biaya pada beberapa service diturunkan dan kualitas servis ditingkatkan. Untuk diketahui, di saat low season seperti sekarang ini, Wilson hanya berani menjual rata-rata kamar sebesar Rp 1,1 juta per malam. Angka itu sudah termasuk "biaya" pemeliharaan lingkungan secara umum.


Di Hotel Wilsons pun, tamu kerap dibuat kaget oleh kebijakan Kusniawan. Kepedulian hotel terhadap lingkungan, dengan serta merta tidak membolehkan satu orang pun tamu membawa sampah plastik ke dalam hotel. Jika tamu membawa kresek plastik, hotel menerapkan "denda" Rp 10 ribu per orang. Denda itu kemudian didonasikan kepada Gili ECO Trust, sebuah NGO yang fokus melawan isu sampah dan lingkungan. "Tamu awalnya komplain, tetapi setelah kami jelaskan tamu tidak keberatan," sebutnya.

Tidak hanya kresek, Wilsons juga mulai mengurangi penggunaan gelas plastik dan pipet plastik. Caranya sama, menggunakan gelas dan pipet organik yang terbuat dari kertas. Untuk produk yang satu ini, di sejumlah daerah sudah mulai diterapkan, namun belum massif di Lombok atau NTB pada umumnya.

Di Wilsons pula, pengunjung akan menyaksikan sendiri air limbah dimanfaatkan langsung untuk menyiram. Jika di tempat lain, limbah cair umumnya merusak lingkungan, tetapi di Wilsons, cairan limbah tidak merusak unsur hara tanah. Hal ini karena Wilsons menyiapkan amenitis kamar mandi hotel dengan cairan yang tidak membahayakan lingkungan. Air sabun dan air sampo yang disiapkan non chemical. Selesai mandi, air yang ditampung dalam bak penampung langsung bisa digunakan untuk menyiram. Begitu juga air AC, dimanfaatkan untuk menyiram. "Terus terang, kami di Wilsons, tidak menyiapkan sikat gigi dan shower cap (plastik penutup kepala) karena mengandung sampah," pungkasnya. (Johari/Suara NTB/Lombok Utara)

Share:

Friday, 1 February 2019

Persiapan Pembukaan Rute Lombok-Perth Hampir Tuntas


General Manager Lombok International Airport Nugroho Jati 
Persiapan pembukaan rute penerbangan internasional Lombok-Perth Australia sudah hampir tuntas. PT. Angkasa Pura (AP) I Lombok International Airport (LIA) memastikan semua kebutuhan dan dukungan fasilitas penunjang di bandara sudah siap.  Tinggal menunggu kepastian jadwal penerbangan perdana dari pihak maskapai AirAsia.

“Kalau dari sisi bandara sudah tidak ada masalah. Semua yang dibutuhkan sudah dipersiapkan,” tegas General Manager (GM) PT. AP I LIA, Nugroho Jati, kepada wartawan, Kamis (31/1/2019).

Sebelumnya, pihaknya sempat terbentur dengan pengaturan slot time untuk rute internasional tersebut, karena untuk menemukan slot time yang pas, bukan perkara mudah. Mengingat, untuk slot time itu harus dikomunikasikan dengan pihak bandara tujuan. Tidak menutup kemungkinan, ujarnya, di LIA slot time yang tersedia banyak, namun di bandara tujuan, slot time-nya minim.

“Di sinilah biasanya yang jadi kendala untuk rute penerbangan baru, menentukan slot time yang pas. Karena itu berkaitan dengan ketersediaan slot time di masing-masing bandara,” jelasnya.


BACA JUGA :  LIA JADI HUB AIRASIA


Tapi untuk slot time, ujarnya, sudah tidak jadi masalah. Tinggal urusan administrasi dan izin rute penerbangan saja, karena kewenangannya masalah itu bukan di tangan pihaknya, tapi menjadi kewenangan pemerintah pusat. “Prinsipnya dari sisi bandara sudah tidak ada masalah. Tinggal menunggu kepastian dari pihak maskapai,” ujar Jati.


Disinggung soal rencana penerbangan perdana akhir bulan Februari mendatang, Jati mengaku belum bisa memastikan, karena sekali lagi, keputusan soal itu ada di tangan pihak maskapai. Pihaknya hanya berkewajiban menyiapkan dukungan dari sisi bandara. Soal kapan akan dibuka, semua tergantung kesiapan pihak maskapai. (Munakir/Lombok Tengah)

Share:

Sehari di Akhir Januari 2019, 40 Penerbangan di LIA Dibatalkan

Penumpang memasuki terminal LIA untuk melakukan boarding, Kamis (31/1/2019). Saat ini kondisi penumpang di LIA menurun. Kondisi tersebut membuat banyak penerbangan akhirnya dibatalkan oleh pihak maskapai.
Jumlah penumpang pesawat di Lombok International Airport (LIA) awal tahun ini, mengalami penurunan cukup signifikan. Akibatnya, banyak penerbangan yang dibatalkan oleh pihak maskapai. Jika dikalkulasikan rata-rata hingga 40 penerbangan di LIA dibatalkan setiap hari.



“Kondisi memang sedang lesu. Akibat menurunnya jumlah penumpang pesawat,” aku General Manager (GM) PT. Angkasa Pura (AP) I LIA, Nugroho Jati, saat coffee morning dengan awak media di terminal LIA, Kamis (31/1/2019).

Dikatakannya, pada kondisi normal jumlah penerbangan di LIA bisa mencapai 95 pergerakan (penerbangan) setiap harinya. Namun saat ini, dengan menurunnya jumlah penumpang pesawat hampir 40 penerbangan dibatalkan setiap harinya.

Pihaknya pun mengaku tidak bisa berbuat apa-apa, karena memang kondisinya sedang lesu. Dan, itu bukan hanya karena satu faktor saja. Tapi banyak hal yang jadi penyebabnya. Bisa karena memang faktor harga tiket pesawat yang mahal, penurunan jumlah wisatawan dan hal-hal lainnya.

“Jadi soal banyaknya penerbangan yang dibatalkan, kita juga tidak bisa salahkan pihak maskapai. Karena mereka juga tentu punya hitungan-hitungan bisnis dan jelas tidak mau merugi,” terangnya.



Lagi pula kondisi saat ini sedang masuk low season, sehingga penumpang pesawat menurun. Belum lagi kegiatan-kegiatan pemerintahan juga belum banyak yang berjalan. Karena diakui atau tidak, salah satu pendorong jumlah penumpang ialah dari kegiatan perjalanan dinas dan kunjungan kerja.

Selain itu, trauma akan gempa juga masih dirasakan oleh masyarakat, sehingga banyak yang kemudian memilih menunda kedatangan ke Pulau Lombok. “Persoalan menurunnya jumlah penumpang pesawat harus dilihat secara lengkap. Tidak bisa hanya dilihat dari satu aspek saja,” tambah Jati.  

Pihaknya berharap dengan mulai menggeliatnya kegiatan pemerintahan, kemudian dengan akan segera masuknya musim liburan, geliat penumpang pesawat bisa kembali meningkat. Sejauh ini tanda-tanda ke arah itu sudah mulai terlihat. “Tentu kita berharap kondisi ini tidak berlangsung lama. Karena memang target kunjungan wisatawan yang dicanangkan pemerintah provinsi cukup tinggi tahun ini. Mencapai 4 juta wisatawan,” tandasnya. (Munakir/Lombok Tengah)

Share:

Wednesday, 30 January 2019

Lombok Astoria Hotel Rayakan Imlek 2570 dengan Year Of The Pick

Lombok Astoria Hotel
Lombok Astoria Hotel menampilkan sesuatu yang berbeda pada perayaan Hari Raya Imlek 2570 tahun 2019. Dengan konsep Year of The Pick, tamu akan dimanjakan dengan sajian menu makanan Chinese, atraksi barongsai dan live music. Menu makanan ditawarkan khusus pada tanggal 4 Februari 2019 malam dengan harga sangat terjangkau.


General Manager Lombok Astoria Hotel, Moch. Ikhsan menjelaskan, konsep ditawarkan pada tamu tidak berpatokan pada agama. Manajemen hotel menyajikan keberagaman budaya masyarakat di Indonesia. Ini kata dia, sebagai upaya meningkatkan gairah pariwisata di NTB. "Ini kita lakukan bukan berpatokan ke agama," katanya, Sabtu (26/1/2019).


Di setiap perayaan Imlek, biasanya dirayakan dengan meriah. Ada tradisi bagi-bagi angpao sebagai bentuk membagikan rejeki. Bagi - bagi angpao kata dia, juga akan dilakukan oleh manajemen hotel yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Rembiga tersebut.

"Pahit - manis masa lalu dan baik buruk dilupakan. Dan, mari membuka lembaran baru," katanya berpesan. Bagi Food and Beverage Director, Suhaedi menambahkan, ada tampilan menu berbeda yang disajikan langsung oleh para chef berpengalaman. Tamu tidak perlu merogoh kantong dalam-dalam. Harga hanya Rp125.000/nett, tamu sudah dapat menikmati hidangan Mongolian BBQ ditambah dengan live acoustic serta bagi - bagi angpao.


"Selain harga yang murah. Ada live acoustic yang menemani makan malam para tamu dan atraksi barongsai. Tidak kalah menariknya ada bagi - bagi angpao bagi para tamu," katanya.

Kegiatan semacam ini adalah tahun ketiga digelar oleh Lombok Astoria Hotel. Tradisinya bahwa ada acara makan bersama keluarga di malam Tahun Baru Imlek merupakan kewajiban. Malam tahun baru Imlek dikenal sebagai Chuxi. Artinya, menghapus yang lama dan buruk. Juga, berdoa pada malam terakhir sebelum Imlek untuk menyongsong kedatangan tamu baru Imlek yang tidak boleh dilewatkan.

Medkom Lombok Astoria Hotel, Adel menambahkan, di malam tanggal 4 Februari itu, dekorasi hotel disulap dengan nuansa chinese. Pesta kembang api disertai atraksi barongsai. Dia menjamin harga ditawarkan terjangkau. Tamu bisa menikmati santapan malam bersama keluarga ditemani live performance acuistik serta mendapatkan hadiah menarik. (Muhammad Kasim/Suara NTB)

Share:

Monday, 21 January 2019

Prof. Masnun Terpilih sebagai Ketua PWNU NTB

Ketua PW NU NTB Prof. H. Masnun Tahir
Konferensi Wilayah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Nusa Tenggara Barat (NTB) akhirnya memilih Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., sebagai Ketua Tanfidziah PWNU NTB dan Tuan Guru H.Lalu Turmudzi Badaruddin sebagai Ro’is Syuriah PWNU NTB, di Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah, Sabtu (19/1/2019) malam.

“PWNU NTB dan segenap jamaah Nahdiyin mempercayai Masnun sebagai ketua lima tahun berikutnya,” ujar Suaeb Quri, salah satu peserta Konferwil.


Sementara terpilihnya Tuan Guru H. Lalu Turmudzi Badaruddin sebagai Ro’is Syuriah PWNU NTB atas kesepakatan forum khusus para Halul Wali Wal Akdi terdiri dari sembilan tuan guru termasuk penasehat NU di NTB.

Prof. Masnun, sebelumnya pada pembukaan Konferwil, mengatakan siap memimpin dan dipimpin. “Saya siap dipimpin dan siap memimpin,” ujarnya ditemui di Pondok Pesantren NU Qamarul Huda Bagu.

Sementara untuk Sekretaris PWNU NTB akan diberi waktu tujuh hari untuk dipilih. Prof. Masnun mengaku sejumlah nama sebagai sekretaris pun sudah muncul seperti Ketua KPU NTB saat ini Lalu Aksar Ansori, mantan Ketua GP Ansor NTB, Suaeb Quri, Sekretaris PW NU NTB hari ini, Lalu Winengan dan juga Tauhid Rifai yang saat ini sebagai Tim Ahli Pendamping Desa Provinsi NTB.
“Banyak nama diusulkan untuk jadi partner saya kalau saya dimandatkan pimpin NU. Saya welcome saja. Saya sudah biasa berpartner dengan siapa saja,” katanya

Sementara itu Lalu Aksar Ansori yang dikonfirmasi terpisah, melalui pesan singkatnya mengaku dia sama sekali tidak pernah menginginkan jabatan apa saja di NU. Ia pun tidak mencalonkan diri apalagi sebagai calon sekretaris. Menurut Aksar ada banyak senior yang dilihatnya lebih mampu bahkan dari sisi pendidikan juga masih banyak yang lebih tinggi.


“Ada yang S3 dan S2, ada ustadz, ada yang punya akses dan jaringan, ada yang menulis buku tebal tebal dan banyak membesarkan pondok pesantren. Kalau saya ngga lah, ikut jadi apa saja dan siap melaksanakannya,” kata pria kelahiran Penujak Lombok Tengah itu.

Posisinya sebagai anggota KPU kata dia tinggal hitungan hari, sehingga jangan sampai dengan meminta jabatan di NU banyak pihak menganggap akan mencari makan di NU. “Saya tinggal 2 hari menjadi anggota KPU dan tanggal 22 Januari sudah menganggur. Jangan sampai karena nganggur malah bukan menghidupi NU malah dibilang cari hidup di NU,” kata Aksar. “Jadi sekali lagi, ada banyak teman lain. Saya di antrean paling terakhir saja. kalau ada 10 calon, saya di antrean ke 11 saja,” tambahnya.

Berbeda dengan Suaeb Quri yang berharap agar ada regenerasi di NU alias tidak hanya orang-orang lama saja. Tidak hanya itu Suaeb juga memberi masukan agar kaum muda bisa diakomodir apalagi ada representasi perwakilan Pulau Sumbawa. “Ini masukan dari teman-teman muda NU,” tandasnya. (darsono/Suara NTB)

Share:

Sebelum Ramadhan, dengan Rp 25 Juta Bisa Umrah 15 Hari dengan Central Tour and Travel

Pimpinan Central Tour and Travel H. Makudi (dua dari kanan) bersama jamaah yang dibimbingnya saat berada di tanah suci Mekkah beberapa waktu lalu.
MELAKSANAKAN ibadah umrah 15 hari hanya dengan biaya Rp25 juta, mengapa tidak. Apalagi terbang dengan pesawat Garuda Indonesia dan menginap di hotel berbintang di Mekkah dan Madinah merupakan dambaan banyak jamaah. Inilah yang ditawarkan Central Tour and Travel yang berkantor cabang di Jalan Gunung Pengsong Desa Bagik Polak Labuapi Lombok Barat.

Pimpinan Cabang Central Tour and Travel H. Makudi, mengakui, jika biaya umrah yang ditetapkan lebih murah dibandingkan dengan beberapa travel haji dan umrah di NTB. Menurutnya, banyak yang tidak percaya, jika dengan hanya Rp25 juta bisa berangkat umrah selama 15 hari menggunakan pesawat Garuda Indonesia dan menginap di hotel berbintang di Mekkah dan Madinah.

"Banyak yang tidak percaya. Tapi saya suruh cek izin kami ke Kemenag dan mengecek nama-nama hotel lewat internet. Kami selama ini sudah memberangkatkan banyak jemaah umrah ke tanah suci," ujarnya, Sabtu (19/1/2019).

Menurutnya dengan biaya Rp25 juta, jamaah bisa mendapat pesawat Lombok- Arab Saudi pulang pergi, visa umrah, bus full AC, makan 3 x sehari dan perlengkapan umrah lainnya. Namun, jumlah ini belum termasuk biaya visa progresif sebesar 2.000 Riyal, pembuatan paspor, biaya kesehatan (meningitis) dan pengeluaran pribadi.

Selama di tanah suci, tambahnya, jamaah akan diinapkan di Al-Saha di Madinah atau setaraf dan di Mekkah akan diinapkan di Hotel Royal Majestic. "Nantinya para jamaah akan dibimbing ustaz muda, Ustadz Makudi dan Ustadz H. M. Khidir Khuwailid, Lc, MA," tambahnya.

Meski demikian, ujarnya, biaya Rp25 juta berlaku 15 hari sebelum bulan Ramadhan. Setelah itu, biaya perjalanan umrah akan disesuaikan dengan perkembangan di lapangan. Bagi warga yang tertarik untuk mendaftar dipersilakan menghubungi Siti Aisah dengan nomor HP 08175710948 dan 085333406421 atau menghubungi kantor cabang Central Tour and Travel. (Marham)
Share:

Sunday, 20 January 2019

LIA Jadi Hub AirAsia, Rute Lombok-Australia Dibuka Akhir Februari 2019

 
Gubernur NTB, H.Zulkieflimansyah saat menggelar rapat dengan pihak AirAsia
Maskapai AirAsia akan mulai membuka rute penerbangan langsung Lombok-Perth Austarlia, akhir Februari 2019 mendatang. Kepastian tersebut disampaikan CEO AirAsia Grup, Dendy Kurniawan usai menggelar rapat terbatas dengan Gubernur NTB Dr. H. Zukliefliemansyah, di Kantor ITDC The Mandalika, Kamis (17/1/2019).
Saat ini proses persiapan untuk keperluan pembukan rute baru tersebut masih terus dimatangkan. Terutama untuk kepastian jadwal serta slot penerbangan yang ada. ‘’Koordinasi dengan pihak pengelola bandara termasuk dengan Kementerian Perhubungan terkait pembukaan rute penerbangan baru ini terus dilakukan. Untuk memastikan, rencana pembukaan rute baru ini bisa sesuai rencana,’’ katanya.



Untuk melayani rute penerbangan internasional tersebut pihak AirAsia akan menggunakan pesawat Airbus A320 dengan kapasitas penumpang sekitar 180 penumpang dengan branding khusus oleh pihak AirAsia.

‘’Dengan pembukaan rute baru ini bisa mendongkrak pariwisata Lombok dan NTB pada khususnya, pascagempa Lombok. Sehingga pariwisata Lombok pada khususnya bisa semakin bergairah,’’ tegasnya.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkifliemansyah, menegaskan kesiapannya untuk mendukung rencana pembukaan rute penerbangan baru tersebut. Apapun yang dibutuhkan pihak maskapai selama bisa dipenuhi pemerintah provinsi akan dipenuhi. Termasuk fasilitas-fasilitas promosi yang dibutuhkan siap digunakan.


Bahkan pemerintah pusat sendiri luar biasa mendukung. Buktinya, pemerintah pusat telah menyiapkan stimulus bagi rute-rute penerbangan baru. Termasuk rute Lombok-Perth Australia ini. “Berapa besaran stimulus yang disiapkan, segera akan dimatangkan dengan pemerintah pusat,” tandasnya.  

Diakuinya pembuka rute baru tersebut lebih cepat dari yang diperkirakan. Artinya, ada komitmen yang kuat dari pihak maskapai untuk mewujudkan rute tersebut. Dengan adanya rute baru tersebut, diharapkan bisa memancing wisatawan untuk lebih banyak datang ke Pulau Lombok dan NTB pada umumnya. 

Sementara CEO AirAsia Grup Dendy Kurniawan, mengatakan pihaknya telah menetapkan Lombok International Airport (LIA) sebagai bandara hub (penghubung) mulai tahun ini. Nantinya, sejumlah penerbangan yang dilayani AirAsia akan melalui LIA. Baik itu untuk rute internasional maupun domestik.



Dendy mengatakan, saat ini AirAsia sudah memiliki empat bandara hub di empat kota. Yakni Jakarta, Surabaya, Denpasar serta Medan. Dan, LIA bakal menjadi bandara hub ke lima yang dimiliki AirAsia. ‘’Lombok ini akan menjadi bandara hub ke lima kita,’’ terangnya.

Dikatakannya, sebagai bandara hub beberapa rute penerbangan yang dilayani oleh AirAsia nanti akan melalui LIA. Seperti rute Kuala Lumpur dan Singapura untuk rute internasional. Sedangkan untuk rute domestik, seperti Yogyakarta, Denpasar dan beberapa rute lainnya.

“Penetapan LIA sebagai bandara hub bersamaan dengan pembukaan rute internasional Lombok- Perth Australia. Karena rute penerbangan dari bandara lain yang menuju Australia juga akan melalui LIA,” terangnya.

AirAsia sendiri nantinya akan menyiapkan dua pesawat setiap hari. Untuk melayani penerbangan penghubung tersebut.  ‘’Kalau sudah jadi bandara hub, maka intensitas penerbangan di LIA tentu akan semakin meningkat. Mobilitas penumpang dengan sendiri juga akan ikut meningkat,’’ katanya. (Munakir/Lombok Tengah)

Share:

VISITOR

YANG SAYANG ANDA LEWATKAN

Blog Archive